jabuk lantai
Rabu, 25 April 2018
kotak pensil dari botol
Botol
bekas adalah material prakarya yang serbaguna. Botol bekas sering
digunakan dan sangat populer dijadikan sebagai bahan prakarya karena
biayanya yang sangat murah dan pengolahannya yang sangat mudah. Untuk
tutorial kali ini, kita akan membahas tentang cara membuat tempat pensil
dengan memanfaatkan botol bekas dengan biaya yang sangat murah.
Tempat pensil yang akan kita buat ini adalah tempat pensil berbentuk tabung dan dilengkapi dengan resleting. Sehingga tidak terbatas pada tempat pensil saja, prakarya yang akan kita buat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah tempat menyimpan baran-barang lain seperti komponen elektronika, kelereng, obat-obatan, peralatan menjahit, dan lain sebagainya.
Mari simak langkah-langkah membuat tempat pensil dari botol bekas yang sudah kami rangkum berikut ini:

Contohnya, jika anda hendak membuat tempat pensil, maka potong salah satu botol setinggi pensil, kemudian potong botol lainnya setinggi 1/4 dari ketinggian botol pertama. Seperti pada gambar berikut.



Seperti yang sudah saya sebutkan pada awal tutorial, tidak terbatas pada pensil dan pena atau bolpoint saja, prakarya ini juga dapat anda fungsikan sebagai tempat menyimpan barang-barang kecil lainnya.

Anda juga bisa membuat tempat penyimpan earplug / earphone dengan membuat tinggi potongan botol lebih kecil.

Sekian tutorial membuat prakarya tempat pensil sendiri dari botol bekas, selamat mencoba dan selamat berkreasi.
sumber : http://www.carabuatsendiri.com/2016/09/membuat-tempat-pensil-sendiri-dari.html
Tempat pensil yang akan kita buat ini adalah tempat pensil berbentuk tabung dan dilengkapi dengan resleting. Sehingga tidak terbatas pada tempat pensil saja, prakarya yang akan kita buat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah tempat menyimpan baran-barang lain seperti komponen elektronika, kelereng, obat-obatan, peralatan menjahit, dan lain sebagainya.
Mari simak langkah-langkah membuat tempat pensil dari botol bekas yang sudah kami rangkum berikut ini:
Alat dan bahan
Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat prakarya ini adalah:- 2 Buah botol plastik bekas.
- Resleting / zipper.
- Potongan kain flanel.
- Lem plastik / lem tembak
- Cutter.
- Spidol
Langkah 1 : Potong botol plastik
Pertama-tama, tandai bagian botol plastik yang hendak dipotong lalu potong botol dengan menggunakan cutter secara hati-hati.Berhati-hatilah saat menggunakan cutter untuk memotong botol, pegang botol dengan posisi pisau tidak menghadap tangan anda.Bagian botol yang digunakan dalam prakarya ini adalah bagian dasarnya. Tandai sesuai dengan ketinggian yang digunakan pada salah satu botol, lalu untuk botol lainnya tandai setinggi 1/4 atau 1/3 dari ketinggian potongan botol pertama.
Contohnya, jika anda hendak membuat tempat pensil, maka potong salah satu botol setinggi pensil, kemudian potong botol lainnya setinggi 1/4 dari ketinggian botol pertama. Seperti pada gambar berikut.
Langkah 2 : Buat resleting untuk penutup
Kemudian potong resleting dengan panjang sesuai dengan keliling botol, lalu potong kain flanel dengan lebar 2 kali dari lebar resleting, lalu bungkuskan dan rekatkan pada ujung resleting untuk mencegah resleting lepas.Langkah 3 : Rekatkan
Rekatkan masing-masing sisi resleting pada masing-masing tepian botol. Gunakan lem plastik / lem tembak untuk merekatkannya namu jangan sampai mengenai jalur resleting karena dapat menyebabkan resleting macet. Beri ruang setidaknya setengah dari lebar resleting agar resleting mudah untuk di buka-tutup. Rekatkan seperti pada gambar berikut.Langkah 4 : Selesai
Tunggu sejenak hingga lem benar-benar mengeras, dan tempat pensil anda siap untuk digunakan.Seperti yang sudah saya sebutkan pada awal tutorial, tidak terbatas pada pensil dan pena atau bolpoint saja, prakarya ini juga dapat anda fungsikan sebagai tempat menyimpan barang-barang kecil lainnya.
Anda juga bisa membuat tempat penyimpan earplug / earphone dengan membuat tinggi potongan botol lebih kecil.
Sekian tutorial membuat prakarya tempat pensil sendiri dari botol bekas, selamat mencoba dan selamat berkreasi.
sumber : http://www.carabuatsendiri.com/2016/09/membuat-tempat-pensil-sendiri-dari.html
Selasa, 24 April 2018
puisi
Tangisan Air mata Bunda
“Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku
Seonggok Cacian selalu menghampirimu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku
mencari harapan baru lagi bagi anakmu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku
mencari harapan baru lagi bagi anakmu
Bukan setumpuk Emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku
bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku
tapi keinginan hatimu membahagiakan aku
bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku
tapi keinginan hatimu membahagiakan aku
Dan yang selalu kau berkata padaku
Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hatiku”
Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hatiku”
Oleh: Monika Sebentina.
pantun Nasehat
anyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan
Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama
Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah
Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.
Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan
Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan
Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan
Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju
Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana
Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci
Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya
Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati
Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.
Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat
sumber : gonzalo-hussein.blogspot.com/2011/09/kumpulan-pantun-nasehat.html
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan
Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama
Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah
Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.
Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan
Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan
Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan
Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju
Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana
Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci
Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya
Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati
Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.
Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat
sumber : gonzalo-hussein.blogspot.com/2011/09/kumpulan-pantun-nasehat.html
biografi Syeche Muhammad Arsyad Al- Banjari
Masa Kecil beliau
Ia mendapat pendidikan penuh di Istana sehingga usia mencapai 30 tahun. Kemudian ia dikawinkan dengan seorang perempuan bernama Tuan Bajut.[10]
Ketika istrinya mengandung anak yang pertama, terlintaslah di hati Muhammad Arsyad suatu keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu di tanah suci Mekkah. Maka disampaikannyalah hasrat hatinya kepada sang istri tercinta.
Meskipun dengan berat hati mengingat usia pernikahan mereka yang masih muda, akhirnya isterinya mengamini niat suci sang suami dan mendukungnya dalam meraih cita-cita. Maka, setelah mendapat restu dari sultan berangkatlah Muhammad Arsyad ke Tanah Suci mewujudkan cita-citanya. Deraian air mata dan untaian doa mengiringi kepergiannya.
Di Tanah Suci, Muhammad Arsyad mengaji kepada masyaikh terkemuka pada masa itu. Di antara guru dia adalah Syekh ‘Athaillah bin Ahmad al-Mishry, al-Faqih Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi dan al-‘Arif Billah Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Samman al-Hasani al-Madani.
Syekh yang disebutkan terakhir adalah guru Muhammad Arsyad di bidang tasawuf, dimana di bawah bimbingannyalah Muhammad Arsyad melakukan suluk dan khalwat, sehingga mendapat ijazah darinya dengan kedudukan sebagai khalifah.
Selain itu guru-guru Muhammad Arsyad yang lain seperti Syekh Ahmad bin Abdul Mun'im ad Damanhuri, Syekh Muhammad Murtadha bin Muhammad az Zabidi, Syekh Hasan bin Ahmad al Yamani, Syekh Salm bin Abdullah al Basri, Syekh Shiddiq bin Umar Khan, Syekh Abdullah bin Hijazi asy Syarqawy, Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz al Maghrabi, Syekh Abdurrahamn bin Sulaiman al Ahdal, Syekh Abdurrahman bin Abdul Mubin al Fathani, Syekh Abdul Gani bin Muhammad Hilal, Syekh Abis as Sandi, Syekh Abdul Wahab at Thantawy, Syekh Abdullah Mirghani, Syekh Muhammad bin Ahmad al Jauhari, dan Syekh Muhammad Zain bin Faqih Jalaludin Aceh.
Selama menuntut ilmu di sana, Syekh Muhammad Arsyad menjalin persahabatan dengan sesama penuntut ilmu seperti Syekh Abdussamad al-Falimbani, Syekh Abdurrahman Misri al-Jawi, dan Syekh Abdul Wahab Bugis sehingga mereka dikenal sebagai Empat Serangkai dari Tanah Jawi (Melayu).[11]
Setelah lebih kurang 35 tahun menuntut ilmu di Maekkah dan Madinah, timbulah niat untuk menuntut ilmu ke Mesir. Ketika niat ini disampaikan dengan guru mereka, Syekh menyarankan agar keempat muridnya ini untuk pulang ke Jawi (Indonesia) untuk berdakwah di negerinya masing-masing.
Untuk itu diadakahnlah ijab kabul pernikahan antara Syekh Abdul Wahab Bugis dengan Fatimah binti Syekh Muhammad Arsyad, yang dinikahkan langsung oleh Syekh Muhammad Arsyad sambil disaksikan dua sahabat lainnya.
Seelah dirasa cukup, maka Syekh Muhammad Arsyad dan Syekh Abdul Wahab Bugis berlayar menuju kampung halaman ke Martapura, Banjar.
Pada Bulan Ramadhan 1186 H bertepatan 1772 M, sampailah Muhammad Arsyad di kampung halamannya, Martapura, pusat Kesultanan Banjar pada masa itu.
Akan tetapi, Sultan Tahlilullah, seorang yang telah banyak membantunya telah wafat dan digantikan kemudian oleh Sultan Tahmidullah II bin Sultan Tamjidullah I, yaitu cucu Sultan Tahlilullah. Sultan Tahmidullah yang pada ketika itu memerintah Kesultanan Banjar, sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan serta kemajuan agama Islam di kerajaannya.
Sultan Tahmidullah II menyambut kedatangan dia dengan upacara adat kebesaran. Segenap rakyatpun mengelu-elukannya sebagai seorang ulama "Matahari Agama" yang cahayanya diharapkan menyinari seluruh Kesultanan Banjar. Aktivitas dia sepulangnya dari Tanah Suci dicurahkan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Baik kepada keluarga, kerabat ataupun masyarakat pada umumnya. Bahkan, sultan pun termasuk salah seorang muridnya sehingga jadilah dia raja yang ‘alim lagi wara’. Selama hidupnya ia memiliki 29 anak dari tujuh isterinya.
Sejak dilahirkan, Muhammad Arsyad melewatkan masa kecil di desa kelahirannya Lok Gabang, Martapura.
Sebagaimana anak-anak pada umumnya, Muhammad Arsyad bergaul dan bermain
dengan teman-temannya. Namun pada diri Muhammad Arsyad sudah terlihat
kecerdasannya melebihi dari teman-temannya. Begitu pula akhlak budi
pekertinya yang halus dan sangat menyukai keindahan. Di antara
kepandaiannya adalah seni melukis dan seni tulis. Sehingga siapa saja
yang melihat hasil lukisannya akan kagum dan terpukau. Pada saat Sultan Tahlilullah
sedang bekunjung ke kampung Lok Gabang, sultan melihat hasil lukisan
Muhammad Arsyad yang masih berumur 7 tahun. Terkesan akan kejadian itu,
maka Sultan meminta pada orang tuanya agar anak tersebut sebaiknya
tinggal di istana untuk belajar bersama dengan anak-anak dan cucu
Sultan. Di istana, Muhammad Arsyad tumbuh menjadi anak yang berakhlak
mulia, ramah, penurut, dan hormat kepada yang lebih tua. Seluruh
penghuni istana menyayanginya dengan kasih sayang. Sultan sangat
memperhatikan pendidikan Muhammad Arsyad, karena sultan mengharapkan
Muhammad Arsyad kelak menjadi pemimpin yang alim.
Ketika istrinya mengandung anak yang pertama, terlintaslah di hati Muhammad Arsyad suatu keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu di tanah suci Mekkah. Maka disampaikannyalah hasrat hatinya kepada sang istri tercinta.
Meskipun dengan berat hati mengingat usia pernikahan mereka yang masih muda, akhirnya isterinya mengamini niat suci sang suami dan mendukungnya dalam meraih cita-cita. Maka, setelah mendapat restu dari sultan berangkatlah Muhammad Arsyad ke Tanah Suci mewujudkan cita-citanya. Deraian air mata dan untaian doa mengiringi kepergiannya.
Di Tanah Suci, Muhammad Arsyad mengaji kepada masyaikh terkemuka pada masa itu. Di antara guru dia adalah Syekh ‘Athaillah bin Ahmad al-Mishry, al-Faqih Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi dan al-‘Arif Billah Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Samman al-Hasani al-Madani.
Syekh yang disebutkan terakhir adalah guru Muhammad Arsyad di bidang tasawuf, dimana di bawah bimbingannyalah Muhammad Arsyad melakukan suluk dan khalwat, sehingga mendapat ijazah darinya dengan kedudukan sebagai khalifah.
Selain itu guru-guru Muhammad Arsyad yang lain seperti Syekh Ahmad bin Abdul Mun'im ad Damanhuri, Syekh Muhammad Murtadha bin Muhammad az Zabidi, Syekh Hasan bin Ahmad al Yamani, Syekh Salm bin Abdullah al Basri, Syekh Shiddiq bin Umar Khan, Syekh Abdullah bin Hijazi asy Syarqawy, Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz al Maghrabi, Syekh Abdurrahamn bin Sulaiman al Ahdal, Syekh Abdurrahman bin Abdul Mubin al Fathani, Syekh Abdul Gani bin Muhammad Hilal, Syekh Abis as Sandi, Syekh Abdul Wahab at Thantawy, Syekh Abdullah Mirghani, Syekh Muhammad bin Ahmad al Jauhari, dan Syekh Muhammad Zain bin Faqih Jalaludin Aceh.
Selama menuntut ilmu di sana, Syekh Muhammad Arsyad menjalin persahabatan dengan sesama penuntut ilmu seperti Syekh Abdussamad al-Falimbani, Syekh Abdurrahman Misri al-Jawi, dan Syekh Abdul Wahab Bugis sehingga mereka dikenal sebagai Empat Serangkai dari Tanah Jawi (Melayu).[11]
Setelah lebih kurang 35 tahun menuntut ilmu di Maekkah dan Madinah, timbulah niat untuk menuntut ilmu ke Mesir. Ketika niat ini disampaikan dengan guru mereka, Syekh menyarankan agar keempat muridnya ini untuk pulang ke Jawi (Indonesia) untuk berdakwah di negerinya masing-masing.
Menikahkan anak
Sebelum pulang, keempat sahabat sepakat untuk berhaji kembali di Tanah Suci Mekkah. Pada saat itu tanpa disangka-sangka Syekh Muhammad Arsyad bertemu dengan adik kandung dia yaitu Zainal Abidin bin Abdullah yang sedang menunaikan ibadah haji. Sang adik membawa kabar berita bahwa anak dia yaitu Fatimah sudah beranjak dewasa dan sang anak menitipkan cincin kepada dia. Melihat hal demikian, tiga sahabat Syekh Muhammad Arsyad masing-masing mengajukan lamaran untuk memperisteri anak dia. Setelah berpikir lama, Syekh Muhammad Arsyad memeutuskan untuk mengundi, lamaran yang akan diterima. Hasil pengundian ternyata lamaran Syekh Abdul Wahab Bugis yang diterima.Untuk itu diadakahnlah ijab kabul pernikahan antara Syekh Abdul Wahab Bugis dengan Fatimah binti Syekh Muhammad Arsyad, yang dinikahkan langsung oleh Syekh Muhammad Arsyad sambil disaksikan dua sahabat lainnya.
Membetulkan arah kiblat masjid
Maka bertolaklah keempat putra Nusantara ini menuju kampung halaman. Memasuki wilayah Nusantara, mula-mula mereka singgah di Sumatera yaitu di Palembang, kampung halaman Syekh Abdussamad Al Falimbani. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Betawi, yaitu kampung halaman Syekh Abdurrahman Misri. Selama di Betawi, Syekh Muhammad Arsyad diminta menetap sebentar untuk mengajarkan ilmu agama dengan masyarakat Betawi. Salah satu peristiwa penting selama di Betawi adalah ketika Syekh Muhammad Arsyad membetulkan arah kiblat Masjid Jembatan Lima, Masjid Luar Batang dan Masjid Pekojan. Untuk mengenang peristiwa tersebut, masyarakat sekitar Masjid Jembatan Lima menuliskan di atas batu dalam aksara arab melayu (tulisan jawi) yang bertuliskan bahwa kiblat masjid ini telah diputar ke kanan sekitar 25 derajat oleh Muhammad Arsyad Al-Banjari pada tanggal 4 Safar 1186 H.Seelah dirasa cukup, maka Syekh Muhammad Arsyad dan Syekh Abdul Wahab Bugis berlayar menuju kampung halaman ke Martapura, Banjar.
Pada Bulan Ramadhan 1186 H bertepatan 1772 M, sampailah Muhammad Arsyad di kampung halamannya, Martapura, pusat Kesultanan Banjar pada masa itu.
Akan tetapi, Sultan Tahlilullah, seorang yang telah banyak membantunya telah wafat dan digantikan kemudian oleh Sultan Tahmidullah II bin Sultan Tamjidullah I, yaitu cucu Sultan Tahlilullah. Sultan Tahmidullah yang pada ketika itu memerintah Kesultanan Banjar, sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan serta kemajuan agama Islam di kerajaannya.
Sultan Tahmidullah II menyambut kedatangan dia dengan upacara adat kebesaran. Segenap rakyatpun mengelu-elukannya sebagai seorang ulama "Matahari Agama" yang cahayanya diharapkan menyinari seluruh Kesultanan Banjar. Aktivitas dia sepulangnya dari Tanah Suci dicurahkan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Baik kepada keluarga, kerabat ataupun masyarakat pada umumnya. Bahkan, sultan pun termasuk salah seorang muridnya sehingga jadilah dia raja yang ‘alim lagi wara’. Selama hidupnya ia memiliki 29 anak dari tujuh isterinya.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Arsyad_al-Banjari
kerajian dari barang bekas
Botol bekas juga bisa kamu manfaatkan menjadi sapu. Memang, jika ahli
dalam membuat kerajinan tangan, apapun bisa dibuat dengan memanfaatkan
botol bekas. Nah, salah satunya adalah dengan membuat sapu dengan botol
bekas. Cara pembuatannya juga cukup mudah dan bahan-bahan yang
dibutuhkan juga sangat sederhana. Berikut ini bahan dan cara
pembuatannya.
Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan:
- Botol bekas
- Kayu untuk pegangan sapu
- Gunting
Cara Membuat Sapu dari Botol Bekas
- Langkah pertama dalam membuat kerajinan tangan dari botol bekas berbentuk sapu adalah dengan memotong bagian ujung botol.
- Langkah selanjutnya adalah potong-potong setengah bagian botol hingga membentuk seperti sapu.
- Buatlah sekiar dua, lalu gabungkan kedua botol yang sudah dipotong-potong tersebut. Tujuannya adalah agar sapu lebih kuat dan awet.
- Tambahkan kayu dibagian ujung botol untuk pegangan sapunya.
- Kerajinan tangan dari botol bekas berbentuk sapu siap untuk digunakan.
- Kerajinan ini bisa kamu gunakan untuk menyapu atau bisa kamu jadikan sebagai hiasan rumah saja.
kotak pensil dari kotak teh
Cara Membuat Kotak Pensil dari Barang Bekas
Tempat Pensil dari Kotak Teh Buatan Sendiri
Jika di atas meja kerja atau meja belajar kita terdapat tempat pensil yang dibuat oleh kita sendiri, tentunya sangat menyenangkan dan membanggakan bukan? Apalagi jika pembuatannya kita lakukan untuk mengisi waktu senggang, dari bahan-bahan sederhana bahkan barang bekas dan sampah. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa. Pada kotak pensil yang dibuat kita bisa menampilkan ide-ide kita tentang desain sederhana sebuah benda. Misalnya saja, bagaimana kalau 3 buah kotak bekas kemasan teh celup disatukan dengan formasi tertentu, atau dengan sedikit modifikasi bentuk dan hiasan. Pasti mengasyikkan waktu membuatnya.Nah, kali ini kita kembali akan mencoba memberikan sebuah tutorial sederhana untuk pembuatan prakarya sederhana dari barang bekas, dalam hal ini kotak teh celup untuk dibuat barang yang bermanfaat, yaitu tempat pensil.
![]() |
| kotak teh celup dan undangan bekas disulap jadi tempat pensil cantik |
Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan tempat pensil seperti gambar di atas sangat sederhana dan tentunya tersedia di rumah, yaitu:- 3 buah kotak bekas kemasan teh celup
- kertas sampul warna-warni (pakai yang bekas seperti saya tentu lebih bagus)
- lem kertas
- selotip
- spidol/pulpen
- gunting
Langkah-Langkah Pembuatan Tempat Pensil dari Kotak Kemasan Teh Celup
Adapun langkah-langkah cara pembuatan tempat pensil seperti gambar di atas adalah sebagai berikut:- Siapkan kotak bekas kemasan teh celup. Kita membutuhkan 3 buah untuk desain seperti foto di atas. Gambar 1.
- Rapikan kotak, dan tutup kotak dengan selotip dengan rapi (Gambar 2).
![]() |
| persiapan kotak |
- Pada sisinya yang lebar, ukur dari salah satu ujung kotak dengan mistar sepanjang 3 cm, lalu buat garis seperti Gambar 3. Kita akan membuat bentuk miring.
- Gunting kotak berdasarkan garis yang telah di buat (Gambar 4).
![]() |
| membentuk kotak |
- Rapikan kotak, dan beri selotip jika diperlukan (Gambar 5).
- Lakukan hal yang sama untuk kotak kedua.
- Tempelkan keduanya dengan lem seperti Gambar 6.
![]() |
| merakit kotak |
- Siapkan kotak kemasan teh celup yang ketiga. Bersihkan bagian dalamnya jika masih tersisa serbuk teh. (Gambar 7).
- Tempelkan kotak ketiga persis di tengah-tengah (antara) 2 kotak yang tadi disatukan, seperti Gambar 8. Gunakan lem untuk menyatukan ketiganya.
![]() |
| menambahkan kotak ketiga |
- Gunakan mistar untuk mengukur 3 cm dari kotak ketiga, dan buat garis pemandu dengan spidol untuk memudahkan pengguntingan. (Gambar 9)
- Gunting seperti Gambar 10 berdasarkan garis yang telah dibuat dengan spidol. Ini adalah bentuk dasar kotak pensil kita nantinya.
- Siapkan kertas sampul warna-warni.
![]() |
| ini desain dasarnya |
- Tutupi seluruh permukaan ketiga kotak bekas kemasan teh celup yang telah disatukan.Gunakan lem atau selotip untuk kebutuhan ini. Gambar 11.
- Siapkan bekas kartu undangan yang sudah tidak terpakai seperti misalnya pada Gambar 12. Diperlihatkan adanya ornamen tertentu yang dapat dipakai untuk menghias kotak pensil kita. Tidak semua kartu undangan atau kartu ucapan memiliki ornamen penghias yang dapat dipakai. Bentuknya pun jika ada dapat sangat bervariasi. Jadi tinggal kreativitas kita dalam memilih dan memilahnya untuk kerajinan kita kali ini.
- Lihatlah saya mempunyai sebuah kartu undangan dengan ornamen bentuk belah ketupat dengan ukiran cantik di dalamnya. Saya menemukan beberapa ornamen seperti ini dalam selembar undangan tersebut.
![]() |
| mengambil bagian ornamen kartu undangan |
- Gunting ornamen-ornamen pada kartu undangan yang anda sukai dan cocok ditempelkan pada kotak pensil. (Gambar 13).
- Tempelkan dengan lem semua ornamen yang telah digunting. Tempatkan seperlunya sehingga tidak terlalu berlebihan. Lihat Gambar 14.
- Nah selesai sudah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup kali ini. Bagaimana, tentunya sangat mudah sekali bukan?
![]() |
| penyelesaian akhir tempat pensil |
sumber : novehasanah.blogspot.com › kerajinan tangan
Langganan:
Postingan (Atom)
kerajinan tangan Kalimantan Selatan
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa usaha-usaha kerajinan yang terbanyak dikerjakan oleh penduduk desa adalah sebagai usaha tambahan di sa...







