Selasa, 24 April 2018

Tafsir ayat tentang Syukur



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Syukur
Secara etimologi, syukur berasal dari kataيَشْكُرُ – شُكْرًا شَكَرَ - yang berarti berterima kasih.[1]Menurut istilah syara’, syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah swt dengan disertai ketundukan kepada-Nya dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Allah.
Kata syukur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagairasa terima kasih kepada Allah swt, dan untunglah (menyatakan perasaan lega, senang, dan sebagainya).[2]
Syukur adalah suatu sifat yang penuh kebaikan dan rasa menghormati serta mengagungkan atas segala nikmat-Nya, baik diekspresikan dengan lisan, dimantapkan dengan hati, dan diamalkan dengan perbuatan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa syukur adalah berterima kasih kepada Allah, lega, senang dengan menyebut nikmat yang diberikan kepadanya dimana rasa senang itu terwujud pada lisan, hati maupun perbuatan.
Lawandarisikapbersyukuradalahkufur yang pengertiannyameliputi:
1.      Tidakmauberiman,
2.      Tidaktahuberterimakasihatasnikmat Allah dansegalakarunia yang diterimanya,
3.      Menentang Allah atautidakberiman,
4.      Mengingkariayat-ayat Allah ataumengingkarirasul.[3]


B.     Ayat dan Tafsir Tentang Syukur
1.      Surah Al-Baqarah ayat 152
þÎTrãä.øŒ$$sùöNä.öä.øŒr&(#rãà6ô©$#urÍ<ŸwurÈbrãàÿõ3s?ÇÊÎËÈ
Artinya :
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
Tafsir ayat
a.       Mengutip perkataan Syaikh Muhammad Ali-Ashabuni di dalam kitabnya Shafwatut Tafasir, “Karena itu, ingatlah kepada-Ku Niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,” ingatlah kamu kepada-Ku dengan beribadah dan taat maka Aku akan mengingat dengan memberi pahala dan ampunan. “dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,” besyukurlah terhadap nikmat-nikmat-Ku atas kamu dan janganlah mengingkari dengan kekafiran dan maksiat.[4]
b.      Ibnu Abbas berkata, ”Nikmat Allah di siniberartiNabi
Muhammad saw. Olehsebabitu Allah menganjurkankepadakaummukmininmensyukurinikmatdanselalumengingatinya.”
Fadz kuruuni adz kurkum, wasy kuruuli wala takfuruun = Sebagaimana Aku telah memberi nikmat, maka selalulah kalian berzikir dan, syukur dan jangan sampai mengingkari nikmat karunia-Ku itu.Zaid bin AslammengatakanbahwaNabi Musa a.s. bertanya, "YaTuhanbagaimanaakubersyukurkepada-Mu?” JawabTuhan, “Ingatkepada-Ku danjanganmelupakanAku. Makabilaandaingatkepada-Ku berartibersyukurkepada-Ku,danbi;aandalupapada-Ku berartikufurkepada-Ku”.
Al-Hasan al-Bashri berkata, ”Udzkuruuni adz kur kum= Ingatilah Aku dengan melaksanakan apa yang telah Aku wajibkan atasmu. Niscaya Aku ingati kamu dengan apa yang telah Aku janjikan kepadamu.Said bin Jubair'berkata, ”Ingatlah kalian dengan melakukan taat kepada-Ku, Aku ingati kamu dengan pengampunan-Ku, atau rahmat-Ku.”
Di dalam hadis sahih, ”Siapa yang ingat kepada-Ku dalam hatinya (sendirian) Aku ingati dia dalam diri-Ku, dan siapa yang zikir kepada-Ku di dalam majelis orang-orang maka Aku zikir kepadanya dalam rombongan yang lebih baik dari rombongannya.”
Anas r.a. mengatakan Rasulullah saw. bahwa Allah Ta’ala berfrman:“Hai anak Adam Jika anda ingat (berzikir) pada-Ku dalam Arimu, Aku ingat kepadamu dalam diri-Ku, dan Jika anda ingat kepada-Ku dalam romtengan, maka Aku ingat kepadamu dalam romtongan Malaikat (yang lebih dari rombonganmu). Jika anda mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadamu satuhasta, danjika anda mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadamu sedepa, dan Jika anda datang kepada-Ku berjalanAku akan datangkepadamu berlari)”. (HR. Bukhari dari Qatadah dan Ahmad dari Anas).
Wasy kuru li walaa takfuruun = Allah menyuruh bersyukur dan menjanjikan kepada siapa yang syukur akan ditambah kebaikan dan nikmat-Nya, sebagaimana tersebut dalam surat Ibrahim ayat:
”Wa idz ta’adz dzana rabbukum la’in syakartum la’azi dan aakum, wala’in kafartum inna adzaabi lasya diid” = Ingatlah ketika Tuhan memaklumkan. Jika kalian bersyukurmakaAkuakanmenambahnikmat-Ku kepadamu, danbila kalian lupaakan nikmatmakasiksa-Ku sangatberat.[5]

2.      Surah Al-Baqarah ayat 172
$ygƒr'¯»tƒšúïÏ%©!$#(#qãZtB#uä(#qè=à2`ÏBÏM»t6ÍhŠsÛ$tBöNä3»oYø%yu(#rãä3ô©$#ur¬!bÎ)óOçFZà2çn$­ƒÎ)šcrßç7÷ès?ÇÊÐËÈ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
Tafsir ayat
a.       Megutip perkataan Syaikh Muhammad Ali Ash-Shabuni di dalam kitabnya Shafwatut Tafasir, bahwa Allah menyerukan orang-orang mukmin karena mereka adalah orang-orang yang mengambil manfaat terhadap petunjuk Tuhan. Ayat ini bermakna, makanlah wahai orang-orang yang beriman dari makanan-makanan yang yang lezat dan rezeki yang halal yang dianugrahkan Allah kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang tidak terbatas, jika kamu benar-benar ikhlas beribadah kepada Allah dan tidak menyembah seorangpun selain-Nya.[6]
b.      Di dalam ayat ini, khitab Allah ditunjukkan kepada orang-orang yang beriman secara khusus. Mereka ini akan lebih sensitif pemahamannya, disamping bias menerima hidayah. Karenanya, Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman agar memakan makanan yang halal dan bersyukur kepada Allah atas karunia yang dilimpahkan kepada mereka. Kemudian Allah menjelaskan makanan yang haram, bahwa makanan yang diharamkan itu berjumlah sedikit, dan kebanyakan makanan yng merupakan ciptaan Allah  itu dihalalkan.
Allah telah menyeru orang-orang beriman agar menerima hukum syariat Allah, juga agar mengambil apa yang dihalalkan dan meninggalkan apa yang diharamkan. Pelanggaran ini bukanlah karena Allah menginginkan agar mereka mengalami kesulitan dan kesempitan dalam mencari rezeki, tetapi agar mereka sebagai hamba bisa mensyukuri apa-apa yang berasal dari Allah dan agar mereka betul-betul beribadah semata-mata karena Allah.[7]
3.      Surah Ali ‘Imran 145
$tBurtb$Ÿ2C§øÿuZÏ9br&|NqßJs?žwÎ)ÈbøŒÎ*Î/«!$#$Y7»tFÏ.Wx§_xsB3ÆtBur÷ŠÌãƒz>#uqrO$u÷R9$#¾ÏmÏ?÷sçR$pk÷]ÏB`tBur÷ŠÌãƒz>#uqrOÍotÅzFy$#¾ÏmÏ?÷sçR$pk÷]ÏB4ÌôfuZyurtûï̍Å3»¤±9$#ÇÊÍÎÈ
Artinya :
”Sesuatuyang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”


Tafsir mufradat
 : مُؤَجَّلاًyang telah ditetapkan waktunya hingga tidak dapat dimajukan dan di mundurkan.
 : نُؤْتِهِ مِنْهَاBagiannya di dunia tetapi di akhirat ia tidak mendapat apa-apa.[8]
Tafsir ayat
a.       Mengutip perkataan Syaikh Muhammad Ali As-Shabuni di dalam kitabnya Shafwatut Tafasir  bahwa banyak Nabi yang berperang untuk menegakkan kalimat Allah dan bersama-sama dengan mereka terdapat para ulama yang bertakwa dan orang-orang saleh yang ahli ibadah. Mereka semua ikut beperang lalu di antara mereka ada yang terbunuh. Meraka tidak menjadi pengecut dan berputus asa ketika sebagian dari mereka ada yang terbunuh atau terluka untuk berjihad[9].
b.      Masalahajalseseorang tidaktermasukurusanmanusiaatautatanan Allah untukalamsemestaini. Seseorangmustahilmatitanpaseizindankehendak Allah. Tatanankehidupaninibersumberdari Allah, dansebabmusababnyasalingberkait di dalamnya.
Firman Allah kitabbanMuajjala,artinya Allah menetapkanhaltersebutdisetaidenganajaltertentu yang tidakakanberubah. Hal tersebuttelahdiaturoleh Allah yang tidakakanterlambatatauterlalucepat. Banyak orang melipatkandiridalamurusansebab-sebabkematian, dalammelibatkandiridalamkancahpeperangan, ataumelibatkandiriketengah-tengahpenyakitmenular, sertamelibatkandiridalamberbagaibencanaalam.Tetapisekalipundemikianmerekatidakterkenabahayaataupenyakit.
Dalamayatiniterkandungsindiranbagi orang-orang yang sibukmengumpulkanganimahdalampernaguhud, sehinggamerekameninggalkankedudukan yang strategis yang telahdiperintahkanolehRasulullah agar janganditinggalkan.Jadiseolahsindirantersebutmengatakankepadamereka, bahwabila kalian menghendakipahaladuniamaka Allah tidakmenghalang-halangi kalian, dankewajiban kalian tidak lain hanyalahtinggalmenempuhjalannyasaja.
Tetapidalamhalinibukansuatuhal yang dikehendakiolehNabi Muhammad saw. agar kalian melakukannya. BahkanNabi Muhammad saw, mengajak kalian kepadahal yang lebihbaikdaribagianduniawi, seperti yang terlihatolehkalian, yang dimaksudkanNabi saw adalahpahaladiakhirat. Bagi kalian adaduapilihan, terkadangmemilihduniadansuatusaatmemilihakhirat.Bagimasing-masingkeduanyamemilikitatanantersendiri yang harusdiikutidanmempunyaijalan-jalanlurus yang harusditempuh.
Yaitu orang-orang yang mengertiartikarunia Allah kepadadirimereka, kemudianmenggunakannyauntukmeningkatkandirikearahkesempurnaan. Untukitulahmerekagemarmelakukanamal-amalshaleh yang bisamengangkatjiwadandapatdimanfaatkanolehumatmereka. Orang-orang yang berlakudemikin, sepertiAnas bin Nadr, dan orang-orang yang berjuangdanbersikapsabaarbersamaNabi saw, denganbekalkemauankerasdihatinya. Hal itulah yang mengusirkaummusyrikindarimasyarakatmuslim.[10]
4.      Surah Yasin ayat 35
(#qè=à2ù'uÏ9`ÏB¾Ín̍yJrO$tBurçm÷Gn=ÏJtãöNÍgƒÏ÷ƒr&(Ÿxsùr&tbrãà6ô±oÇÌÎÈ
Artinya :
SupayamerekadapatMakandaribuahnya, dandariapa yang diusahakanolehtanganmereka. MakaMengapakahmerekatidakbersyukur?”
Tafsir ayat
a.       Tafsiran yang pertamaHurufMaa(MaaNaafiyah) diartikandenganNafi, yaitutidak. Artinyabahwamerekatelahdatangmenerimahasilsaja. Sebab yang menumbuhkanhasil-hasilitubukanlahmereka, melainkanlangsungataskehendakTuhan.
Tafsir yang kedua ialah huruf Maa itu diartikan sebagai (Maa Maushuulah) yaitu isim penghubung. Menjaditafsiranialah: “Supayamerekamakandaribuahhasilnyadanapa yang diusahakanolehtanganmereka“. DenganmengartikanMaajadimaaushuul, penghubung, diakuilahjugausahamanusia, karenamemangmanusiaitu pun diperintahkanolehTuhansupayaberusaha. Kebun-kebundansawah-sawah pun jadilebihteraturkalaumanusiamaumengusahakannyajugadengantangannya.Sebabitumakahasil yang diberikan Allah kepadanyaialahsepanjang yang diausahakanjuga.
Di ujungayatinidengansecarahalusTuhankitamenanyakankepadakitamanusia, bahwasesudahmenerimanikmatsebanyakitu, baikdarihasilbumi, hasilkebun, yang dikeluarkandaridalambumi, padahaltadinyabumiituadalahseakan-akanmati, sekarangtelahhidupdanmemberihidupbagimanusia, apakahmanusiapatuttidakbersyukurkepadaTuhan?[11]
b.      Dan Kami adakandimuka bumi yang telah Kami hidupkan itu kekebun-kebun kurma dan anggur, dan Kami buat padanya sungai-sungai yang menjalar-jalar di tempat-tempat dimana kebun-kebun itu tersebar, supaya mereka dapat memakan buah dari kebun itu atau dari hasil tangan itu atau dari hasil tangan mereka, yaitu hasil yang telah mereka tanam dan semaikan.
Kemudian, setelah  Allahmenyebut-nyebutnikmat-Nya, makadisuruhnyamerekauntukbersyukurkepada-Nya, serayaFirmannya:
Ÿtbrãà6ô±oxsùr&
TidakkahmerekabersyukurkepadaPenciptanikmat-nikmatiniatassegalakarunia yang telahdiaberikankepadamereka yang takbisabisadihitungitu.
Dan Allah menyuruh mereka  supaya bersyukur, sedang cara bersyukur kepada Allah Ta’ala ialah beribadah kepada-Nya, namun mereka meninggalkan ibadah itu, bahkan menyembah kepada selain Allah dan menyekutukan-Nya.[12]
Adapun daftar surah dan ayat yang mengandung arti syukur dalam Al-Qur’an pada pencarian Maktabah Syamilah terdapat pada tabel berikut ini :
No
Surah
Ayat
Lafadz yang bermakna syukur
Bentuk
Arti
1
Al-Baqarah
52
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
kamubersyukur
56
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
kamubersyukur
172
وَاشْكُرُوْا
فعل الأمر
Bersyukurlah
185
تَشْكرُونَ
فعل المضارع
Kamubersyukur
152
وَاشْكُرُوْا
فعل الأمر
Bersyukurlah
243
يشْكُرُونَ
فعل المضارع
Merekabersyukur
2
Ali ‘Imran
123
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Merekabersyukur
144
الشَّاكِرِيْنَ
اسم (جمع)
Orang-orang yang bersyukur
145
الشَّاكِرِيْنَ
اسم (جمع)
Orang-orang yang bersyukur
3
An-Nisa
147
شَكَرْتُمْ
فعل الماض
Kamu bersyukur
شَاكِرًا
مصدر
Mensyukuri
4
As-Sajadah
9
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
5
Al-Maidah
6
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
89
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
6
An-Naml
40
شَكَرَ
فعل الماض
Bersyukur
أَشْكُرُ
فعل الماض
Aku bersyukur
يَشْكُرُ
فعل المضارع
Bersyukur
73
لاَيَشْكُرُوْنَ
فعل النهى
Mereka tidak mensyukuri
7
Al-Qamr
35
شَكَرَ
فعل الماض
Bersyukur
8
Luqman
12
أُشْكُرْ
فعل الأمر
Bersyukurlah
يَشْكُر
فعل المضارع
Bersyukur
يَشْكُرُ
فعل المضارع
Dia bersyukur 
14
أُشْكرلي
فعل الأمر
Bersyukurlah kepada-Ku
31
شكور
اسم
Bersyukur
9
Al-A’raf
58
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
10
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
17
شَىاكِرِيْنَ
اسم
Mereka bersyukur
10
Yunus
60
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu  bersyukur
11
Yusuf
38
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
12
Ibrahim
37
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
7
شَكَرْتُمْ
فعل الماض
Kamu bersyukur
13
Ghafir
61
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
14
Al-Anfal
26
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
15
An-Nahl
14
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
78
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
16
Al-Hajj
36
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
17
Al-Mu’minun
78
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
18
Saba
13
الشكور
اسم
Yang bersyukur
19
Yasin
35
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
73
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur

Jadi, dapat disimpulkan dari tebel di atas, bahwa ayat yang mengandung arti syukur dalam Al-Qur’an  berjumlah 40 ayat.
C.    Syukur dalam Sudut Pandang Akhlak
Syukurbermaknapengakuandanterimakasih. Al-Qur’an menggunakandua kata: syakur dan syakir, yangkeduanyadigunakanuntukmenyatakanpengakuandanterimakasih, baikkepadaTuhanmaupunkepadamanusia. Olehkarenanyaiamerupakanbagiandarisikapberakidah.
Syukur yang dilakukan manusia berporos pada tiga pilar, yaitu mengakui nikmat tersebut secara batin, menceritakannya secara lahir dan menggunakannya untuk taat kepada Allah.Jadi, syukur berhubungan erat dengan hati, lisan dan anggota badan. Hati  untuk mengetahui dan mencintai, lisan untuk menyanjung dan juga memuji sedangkan anggota badan untuk menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah yang disyukuri dan mencegah penggunaannya dalam kedurhakaan kepadaNya.[13]
Syukur(al-Syukr)adalahsalahsatunilaiajaran yang sangatpentingdalamajaran Islam yangsenantiasarelevandengankehidupanmanusia, mengingatdemikianbanyaknyaanugerah Allah yang diberikankepadamereka, baikdalambentukmaterimaupun non materi.
Mensyukurirahmat Allah dilaksanakandalambentukucapan yang setulushati, kemudiandiiringidenganperbuatan, yaitumenggunakanrahmattersebutdengancaradanuntuktujuan yang diridhai-Nya.
1.      Manfaat Bersyukur
Sayyid Qutb yang dikutip oleh Ahmad Yani, menyatakan empat manfaat bersyukur, yakni:[14]
a.       Menyucikan Jiwa
Bersyukur dapat menjaga kesucian jiwa, sebab menjadikan orang dekat dan terhindar dari sifat buruk.
b.      Mendorong jiwa untuk beramal shaleh
Bersyukur yang harus ditunjukkan dengan amal shaleh membuat seseorang selalu terdorong untuk memanfaatkan apa yang diperolehnya untuk berbagi kebaikan. Semakin banyak kenikmatan yang diperoleh maka semakin banyak pula amal shaleh yang dilakukan.
c.       Menjadikan orang lain ridha
Dengan bersyukur apa yang diperolehnya akan berguna bagi orang lain dan membuat orang lain ridha kepadanya. Karena menyadari bahwa nikmat yang diperoleh tidak hanya dinikmati sendiri melainkan juga dinikmati oleh orang lain sehingga hubungan dengan orang lain menjadi baik.
d.      Memperbaiki dan memperlancar interaksi sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat, hubungan yang baik dan lancar merupakan hal yang sangat penting. Orang yang bersyukur dapat melakukan upaya memperbaiki dan memperlancar hubungan sosial karena tidak ingin menikmati sendiri apa yang diperolehnya.
Dalam kehidupan kita sehari-hari dapat kita lihat bahwa orang-orang yang dermawan dan suka menginfakkan hartanya untuk kepentingan
umum dan menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, pada umumnya tidak pernah jatuh miskin ataupun sengsara, bahkan sebaliknya
rezekinya senantiasa bertambah dan kekayaannya makin meningkat, serta hidupnya bahagia, dicintai dan dihormati dalam pergaulan.
Sebaliknya orang-orang kaya yang kikir atau suka menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak diridhai Allah, maka kekayaannya
tidak cepat bertambah, bahkan cepat menyusut. Dalam pada itu, ia senantiasa dibenci dan dikutuki orang banyak sehingga kehidupan akhiratnya
jauh dari ketenangan dan kebahagiaan.
[15]



[1]Ahmad Warson Munawwir, Kamus Munawwir Arab-Indonesia.(Surabaya: Pustaka Progresif. 1997), Cet. XIV, Hal 734.
[2]KamusBesarBahasa Indonesia, (Jakarta: BalaiPustaka, 2007), Ed. 3, Cet. Ke-4,
[3]Dr. Ahmad Farid, Manajemen Qalbu Ulama Salaf, Terj. Najib Junaidi, Lc., (Surabaya: Pustaka Elba, 2016), Cet. Ke-2, Hal. 299.
[4]Syaikh Muhammad Ali-Ashabuni. Safwatut Tafasir. Terj. KH. Yasin. (Jakarta : Pustaka Kautsar. 2011). Jilid 1. Hal. 202-203.
[5]Imam al-Hafidz Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Terj. H. Salim Bahreisy, H. Said Bahreisy, (Kuala Lumpur: Victory Agencie, 2003), Jilid 1, Hal. 268-269.
[6]Syaikh Muhammad Ali-Ashabuni. Safwatut Tafasir...... Hal. 223
[7]Ahmad Mushthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, Terj. Bahrun Abu Bakar, Lc.,DrsHeryNoerAly. ( Semarang: PT. KaryaToha, 1993) Cet, ke-2,Juz I, Hal. 80
[8]Imam jalaluddin Al-Mahalli, Imam Jaluddin As-Suyuti, Tafsir Jalalain. Terj. Bahrun Abubakar, Lc (Bandung : Sinar Baru Alensindo,2011), Cet. VIII,Jilid 1, Hal. 264-265.
[9]Syaikh Muhammad Ali-Ashabuni. Safwatut Tafasir...... Hal. 522-523.
[10]Ahmad Mushthafa Al-Maraghi, Tafsir..... Hal. 151-156.
[11]Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, Tafsir Al-Azhar, (Jakarta: PT Pustaka Panjimas, 1982), Juz XXIII, Hal. 34-35.
[12]Ahmad Mushthafa Al-Maraghi,Tafsir.....Hal 7-8.
[13]Dr. Ahmad Farid, Manajemen Qalbu Ulama Salaf, Terj. Najib Junaidi, Lc., (Surabaya: Pustaka Elba), Cet. Ke-2, Hal. 299.
[14]Ahmad Yani, Menjadi Pribadi Terpuji, (Jakarta: Al-Qalam, 2007), Hal. 251.
[15]Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, H. Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedi Aqidah Islam, (Jakarta: Kencana, 2003), Hal. 413

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kerajinan tangan Kalimantan Selatan

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa usaha-usaha kerajinan yang terbanyak dikerjakan oleh penduduk desa adalah sebagai usaha tambahan di sa...