Selasa, 24 April 2018

makalah hubungan tujuan pembelajran dengan metode mengajar



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan, yang banyak melibatkan aktivitas siswa dan guru. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan adanya alternative metode pengajaran yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam proses tersebut guru perlu menggunakan metode mengajar secara bervariasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya.
Metode pengajaran ialah metode yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Oleh karena itu, peranan metode mengajar sebagai alat untuk menciptakan proses belajar dan mengajar. Dengan metode ini diharapkan tumbuh nerbagai kegiatan belajar siswa yang berhubugan dengan kegiatan belajar guru, dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif. Dalam interaksi ini guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing. Sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi ini akan berjalan dengan baik kalau siswa banyak aktif dibandingkan dengan guru. Oleh karena itu, metode mengajar dengan baik ialah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar siswa. Dengan demikian jelas bahwa antara tujuan pembelajaran dengan metode mengajar memiliki keterkaitan yang sangat erat.
B.       Rumusan Masalah
1.      Bagaimana hubungan tujuan pembelajaran dengan metode mengajar?
2.      Bagaimana hubungan pengalaman belajar dengan metode mengajar?
C.      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk :
1.      Memenuhi tugas mata kuliah pengelolaan pembelajaran MI.
2.      mengetahui hubungan tujuan pembelajaran dengan metode mengajar dan hubungan pengalaman belajar dengan metode mengajar.
1
 
2
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Hubungan Tujuan Pembelajaran dengan Metode mengajar
Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran. Pada dasarnya metode mengajar ini merupakan cara atau teknik yang di gunakan guru dalam melakukan interaksi dengan siswa pada saat pembelajaran berlangsung.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode mengajar yang berkaitan dengan faktor perkembangan kemampuan siswa, diantaranya:
1.      Metode mengajar harus memungkinkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa lebih jauh terhadap materi pembelajaran.
2.      Metode mengajar harus memungkinkan dan memberkan peluang untuk berekspresi yang kreatif dalam aspek seni.
3.      Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk selalu menguji kebenaran sesuatu.
4.      Metode mengajar harus memungkinkan siswa belajar melalui pemecahan masalah.
5.      Metode mengajar siswa harus memungkinkan siswa untuk melakukan penemuan terhadap suatu topik permasalahan.
6.      Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk lebih termotivasi dalam belajarnya.
Prinsi-prinsip tersebut dalam prosesnya merupakan esensi dan karakteristik dari masing-masing metode-metode mengajar. Penggunaan metode mengajar dalam pembelajaran di tinjau dari prosesnya memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
1.      Sebagai alat atau cara mencapai tujuan pembelajaran.
2.      Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran.
3.     
3
Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran.
  1. Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan bimbingan dalam kegiatan pembelajaran.
Memperhatikan beberapa prinsip dan fungsi metode mengajar di atas, metode mengajar ini sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru dalam melaksanakan pembelajaran harus secara analisis dan fleksibel menentukan metode apa yang harus digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien.[1]
Metode mengajar memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan tujuan pembelajaran. Keterkaitan tersebut dapat dilihat dari gambaran perilaku yang dimiliki oleh siswa setelah jam pelajaran selesai dengan cara yang harus ditempuh untuk mencapai perilaku tersebut. Untuk memudahkan pemilihan metode mengajar guru harus merumuskan pembelajar secara jelas sesuai kriteria tujuan pembelajaran khusus serta harus dipahami tentang perilaku bagaimana atau apa yang  dicapai siswa dalam pembelajaran. Setiap pemilihan metode  guru harus mengkaji terhadap kesesuaian antara perilaku yang diharapkan dalam tujuan metode mengajar. Kemudian pilih atau tentukan alternatif metode yang dianggap paling sesuai dengan tujuan tersebut. Dalam arti metode mengajar dapat memungkinkan proses belajar mengajar dapat membentuk kemampuan siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan.[2]
B.       Hubungan Pengalaman Belajar dengan Metode Mengajar
Setiap metode mengajar masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam membentuk pengalaman siswa tetapi satu dengan yang lainya saling menunjang. Pengalaman belajar (learning experience) yang diharapkan adalah terjadi adanya aktifitas belajar yang tinggi dari siswa. Pendekatan yang digunakan membentuk pengalaman siswa adalah cenderung dengan pendekatan keterampilan proses Keterampilan proses merupakan pendekatan belajar mengajar yang mengarah pada pengembangan kemampuan-kemampuan mental, fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan-kemampuan yang lebih tinggi dalam diri siswa.
1.     
4
Jenis Metode Mengajar dan Pengalaman Belajar
Beberapa metode mengajar hubungannya dengan pengalaman belajar yang kemungkinan banyak atau sering digunakan oleh guru. Setiap metode mengajar masing-masing memiliki keunggulan dalam membentuk kemampuan siswa. Dalam prosesnya penggunaan metode harus dilakukan secara bervariasi yang memprioritaskan aktivitas siswa.
a.      Metode Ceramah (Lecture)
Metode ceramah merupakan suatu cara penyajian bahan atau penyampaian bahan pelajaran secara lisan dari guru.
b.      Metode Diskusi
Metode mengajar diskusi merupakan cara mengajar dalam pembahasan dan penyajian materi melalui suatu problema atau pertanyaan yang harus diselesaikan berdasarkan pendapat atau keputusan secara bersama.
Kemampuan guru yang harus diperhatikan untuk menunjang keberhasilan diskusi diantaranya adalah: 
1)      Mampu merumuskan permasalahan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
2)      Mampu membimbing siswa untuk merumuskan dan mengidentifikasi permasalahan serta menarik kesimpulan.
3)      Mampu mengelompokan siswa sesuai dengan kebutuhan permasalahan dan pengembangan kemampuan siswa.
4)      Mampu mengelola melalui pembelajaran diskusi.
5)      Menguasai permasalahan yang didiskusikan.
Kondisi dan kemampuan siswa yang harus diperhatiakan untuk menunjang  pelaksanaan diskusi di antaranya:
1)        Memiliki motivasi, perhatian, dan minat dalam berdiskusi
2)        Mampu melaksanakan diskusi
3)        Mampu belajar secara bersama
4)        Mampu mengeluarkan isi pikiran atau pendapat atau ide
5)       
5
Mampu memahami pendapat orang lain.
c.       Metode Simulasi (simulation)
Metode simulasi merupakan metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok. Mengajar dengan simulasi objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya. Tetapi kegiatan mengajar yang bersifat pura-pura.
Ada beberapa jenis model simulasi di antaranya adalah bermain peran (role playing) merupakan permainan dalam bentuk dramatisasi, sekelompok siswa melaksanakan kegiatan tertentu yang telah diarahkan oleh guru. Simulasi ini menitikberatkan pada tujuan untuk mengingat atau menciptakan peristiwa yang bermakna bagi kehidupan sekarang.  Sosiodrama adalah suatu kelompok yang belajar memecahkan masalah yang berhubungan dengan masalah individu sebagai makhluk sosial. Misalnya hubungan antara anak dengan orang tua, antara siswa dengan teman kelompoknya dan lain-lain.
Kemampuan guru yang harus diperhatikan untuk menunjang metode simulasi diantaranya:
1)        Kemampuan dalam membimbing siswa dalam mengarahkan teknik, prosedur dan peran dalam simulasi.
2)        Memberikan ilustrasi.
3)        Menguasai pesan yang dimaksud dalam simulasi tersebut.
4)        Dapat mengamati secara proses, simulasi yang dilakukan oleh siswa dengan baik.
Adapun kondisi dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan dalam penerapan metode simulasi adalah:
1)        Kondisi minat, perhatian dan motivasi siswa dalam bersimulasi.
2)        Pemahaman terhadap pesan yang akan disimulasikan.
3)        Kemampuan dasar berkomunikasi dan berperan.
d.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukan secara langsung objeknya atau caranya melakukan sesuatu untuk mempertunjukan proses tertentu. Demonstrasi dapat digunakan pada semua mata pelajaran. Dalam pelaksanaan demonstrasi guru harus yakin bahwa seluruh siswa dapat memperhatikan (mengamati) terhadap objek yang akan didemonstrasikan. Guru dituntut menguasai bahan pelajaran serta mengorganisasi kelas, jangan sampai guru terlena dengan demonstrasinya tanpa memperhatikan siswa secara menyeluruh. 
6
Kemampuan guru yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan demonstrasi. Kemampuan tersebut diantaranya:
1)        Mampu secara proses tentang topik yang dipraktikkan.
2)        Mampu mengelola kelas, menguasai siswa secara menyeluruh.
3)        Mampu menggunakan lat bantu yang digunakan.
4)        Mampu melasanakan penilaian proses.
kondisi dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan untuk menunjang demonstrasi adalah:
1)        Siswa memiliki motivasi, perhatian dan minat terhadap topik yang akan didemonstrasikan.
2)        Memahami tentang tujuan/maksud yang akan didemonstrasikan.
3)        Mampu mengamati proses yang dilakukan oleh guru.
4)        Mampu mengidentifikasi kondisi dan alat yang digunakan dalam demonstrasi.
e.       Metode Eksperimen
Metode eksperimen merupakan metode mengajar dalam penyajian atau pembahasan materinya melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara proses.
Dengan eksperimen dimaksudkan bahwa guru dan siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil pekerjaan. Dan setelah eksperimen selesai siswa ditugaskan untuk membanding-bandingkan dengan hasil eksperimen yang lain diskusikan bila ada perbedaan dan kekeliruan (Winarno: 1980: 90, Dalam bukunya Metodologi pengajaran Nasional ).
Kemampuan guru yang harus diperhatikan agar metode eksperimen berhasil dengan baik diantaranya:
1)        Mampu membimbing siswa dari merumuskan hipotesa sampai pada pembuktian dan kesimpulan serta membuat laporan eksperimen.
2)       
7
Menguasai konsep yang dieksperimen.
3)        Mampu mengelola kelas.
4)        Mampu memberikan penilain secara proses.
Kondisi dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan untuk menunjang eksperimen adalah:
1)        Memiliki motivasi, perhatian dan minat eksperimen.
2)        Memiliki kemampuan melaksanakan eksperimen.
3)        Memiliki sikap yang tekun, teliti dan kerja keras.
Metode –metode mengajar di atas masing-masing memiliki karakteristik pengalaman belajar berbeda yang akan di peroleh oleh siswa.
BAB III
PENUTUP
8
simpulan
1.      Metode mengajar memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan tujuan pembelajaran, karena untuk mencapai tujuan pembelajaran harus mengatahui metode apa yang cocok untuk digunakan dalam pembelajaran.
2.      Pengalaman belajar juga memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan metode mengajar, karena dari metode-metode mengajar akan memperoleh pengalaman belajar yang berbeda.
Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami materi tentang hubungan tujuan pembelajaran dengan metode mengajar dan hubungan pengalaman belajar dengan metode mengajar. Dan diharapkan juga pembaca dapat memberikan saran pada penulisan makalah ini, untuk kesempurnaan makalah yang akan datang.
9
Daftar Pustaka
 Sudiana,Nana,  Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2005  
Winataputra, Udin,  Strategi Belajar Mengajar,  Jakarta: Unuversitas Terbuka,  2002.





[1]  Nana Sudiana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, ( Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2005 ) , Hlm. 46
[2] Drs. Udin Winataputra, Strategi Belajar Mengajar, ( Jakarta: UT 2002 ), Hlm. 76

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kerajinan tangan Kalimantan Selatan

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa usaha-usaha kerajinan yang terbanyak dikerjakan oleh penduduk desa adalah sebagai usaha tambahan di sa...