Rabu, 25 April 2018
kotak pensil dari botol
Botol
bekas adalah material prakarya yang serbaguna. Botol bekas sering
digunakan dan sangat populer dijadikan sebagai bahan prakarya karena
biayanya yang sangat murah dan pengolahannya yang sangat mudah. Untuk
tutorial kali ini, kita akan membahas tentang cara membuat tempat pensil
dengan memanfaatkan botol bekas dengan biaya yang sangat murah.
Tempat pensil yang akan kita buat ini adalah tempat pensil berbentuk tabung dan dilengkapi dengan resleting. Sehingga tidak terbatas pada tempat pensil saja, prakarya yang akan kita buat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah tempat menyimpan baran-barang lain seperti komponen elektronika, kelereng, obat-obatan, peralatan menjahit, dan lain sebagainya.
Mari simak langkah-langkah membuat tempat pensil dari botol bekas yang sudah kami rangkum berikut ini:

Contohnya, jika anda hendak membuat tempat pensil, maka potong salah satu botol setinggi pensil, kemudian potong botol lainnya setinggi 1/4 dari ketinggian botol pertama. Seperti pada gambar berikut.



Seperti yang sudah saya sebutkan pada awal tutorial, tidak terbatas pada pensil dan pena atau bolpoint saja, prakarya ini juga dapat anda fungsikan sebagai tempat menyimpan barang-barang kecil lainnya.

Anda juga bisa membuat tempat penyimpan earplug / earphone dengan membuat tinggi potongan botol lebih kecil.

Sekian tutorial membuat prakarya tempat pensil sendiri dari botol bekas, selamat mencoba dan selamat berkreasi.
sumber : http://www.carabuatsendiri.com/2016/09/membuat-tempat-pensil-sendiri-dari.html
Tempat pensil yang akan kita buat ini adalah tempat pensil berbentuk tabung dan dilengkapi dengan resleting. Sehingga tidak terbatas pada tempat pensil saja, prakarya yang akan kita buat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah tempat menyimpan baran-barang lain seperti komponen elektronika, kelereng, obat-obatan, peralatan menjahit, dan lain sebagainya.
Mari simak langkah-langkah membuat tempat pensil dari botol bekas yang sudah kami rangkum berikut ini:
Alat dan bahan
Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat prakarya ini adalah:- 2 Buah botol plastik bekas.
- Resleting / zipper.
- Potongan kain flanel.
- Lem plastik / lem tembak
- Cutter.
- Spidol
Langkah 1 : Potong botol plastik
Pertama-tama, tandai bagian botol plastik yang hendak dipotong lalu potong botol dengan menggunakan cutter secara hati-hati.Berhati-hatilah saat menggunakan cutter untuk memotong botol, pegang botol dengan posisi pisau tidak menghadap tangan anda.Bagian botol yang digunakan dalam prakarya ini adalah bagian dasarnya. Tandai sesuai dengan ketinggian yang digunakan pada salah satu botol, lalu untuk botol lainnya tandai setinggi 1/4 atau 1/3 dari ketinggian potongan botol pertama.
Contohnya, jika anda hendak membuat tempat pensil, maka potong salah satu botol setinggi pensil, kemudian potong botol lainnya setinggi 1/4 dari ketinggian botol pertama. Seperti pada gambar berikut.
Langkah 2 : Buat resleting untuk penutup
Kemudian potong resleting dengan panjang sesuai dengan keliling botol, lalu potong kain flanel dengan lebar 2 kali dari lebar resleting, lalu bungkuskan dan rekatkan pada ujung resleting untuk mencegah resleting lepas.Langkah 3 : Rekatkan
Rekatkan masing-masing sisi resleting pada masing-masing tepian botol. Gunakan lem plastik / lem tembak untuk merekatkannya namu jangan sampai mengenai jalur resleting karena dapat menyebabkan resleting macet. Beri ruang setidaknya setengah dari lebar resleting agar resleting mudah untuk di buka-tutup. Rekatkan seperti pada gambar berikut.Langkah 4 : Selesai
Tunggu sejenak hingga lem benar-benar mengeras, dan tempat pensil anda siap untuk digunakan.Seperti yang sudah saya sebutkan pada awal tutorial, tidak terbatas pada pensil dan pena atau bolpoint saja, prakarya ini juga dapat anda fungsikan sebagai tempat menyimpan barang-barang kecil lainnya.
Anda juga bisa membuat tempat penyimpan earplug / earphone dengan membuat tinggi potongan botol lebih kecil.
Sekian tutorial membuat prakarya tempat pensil sendiri dari botol bekas, selamat mencoba dan selamat berkreasi.
sumber : http://www.carabuatsendiri.com/2016/09/membuat-tempat-pensil-sendiri-dari.html
Selasa, 24 April 2018
puisi
Tangisan Air mata Bunda
“Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku
Seonggok Cacian selalu menghampirimu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku
mencari harapan baru lagi bagi anakmu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku
mencari harapan baru lagi bagi anakmu
Bukan setumpuk Emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku
bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku
tapi keinginan hatimu membahagiakan aku
bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku
tapi keinginan hatimu membahagiakan aku
Dan yang selalu kau berkata padaku
Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hatiku”
Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hatiku”
Oleh: Monika Sebentina.
pantun Nasehat
anyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan
Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama
Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah
Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.
Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan
Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan
Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan
Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju
Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana
Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci
Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya
Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati
Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.
Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat
sumber : gonzalo-hussein.blogspot.com/2011/09/kumpulan-pantun-nasehat.html
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan
Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama
Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah
Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.
Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan
Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan
Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan
Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju
Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana
Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci
Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya
Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati
Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.
Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat
sumber : gonzalo-hussein.blogspot.com/2011/09/kumpulan-pantun-nasehat.html
biografi Syeche Muhammad Arsyad Al- Banjari
Masa Kecil beliau
Ia mendapat pendidikan penuh di Istana sehingga usia mencapai 30 tahun. Kemudian ia dikawinkan dengan seorang perempuan bernama Tuan Bajut.[10]
Ketika istrinya mengandung anak yang pertama, terlintaslah di hati Muhammad Arsyad suatu keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu di tanah suci Mekkah. Maka disampaikannyalah hasrat hatinya kepada sang istri tercinta.
Meskipun dengan berat hati mengingat usia pernikahan mereka yang masih muda, akhirnya isterinya mengamini niat suci sang suami dan mendukungnya dalam meraih cita-cita. Maka, setelah mendapat restu dari sultan berangkatlah Muhammad Arsyad ke Tanah Suci mewujudkan cita-citanya. Deraian air mata dan untaian doa mengiringi kepergiannya.
Di Tanah Suci, Muhammad Arsyad mengaji kepada masyaikh terkemuka pada masa itu. Di antara guru dia adalah Syekh ‘Athaillah bin Ahmad al-Mishry, al-Faqih Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi dan al-‘Arif Billah Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Samman al-Hasani al-Madani.
Syekh yang disebutkan terakhir adalah guru Muhammad Arsyad di bidang tasawuf, dimana di bawah bimbingannyalah Muhammad Arsyad melakukan suluk dan khalwat, sehingga mendapat ijazah darinya dengan kedudukan sebagai khalifah.
Selain itu guru-guru Muhammad Arsyad yang lain seperti Syekh Ahmad bin Abdul Mun'im ad Damanhuri, Syekh Muhammad Murtadha bin Muhammad az Zabidi, Syekh Hasan bin Ahmad al Yamani, Syekh Salm bin Abdullah al Basri, Syekh Shiddiq bin Umar Khan, Syekh Abdullah bin Hijazi asy Syarqawy, Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz al Maghrabi, Syekh Abdurrahamn bin Sulaiman al Ahdal, Syekh Abdurrahman bin Abdul Mubin al Fathani, Syekh Abdul Gani bin Muhammad Hilal, Syekh Abis as Sandi, Syekh Abdul Wahab at Thantawy, Syekh Abdullah Mirghani, Syekh Muhammad bin Ahmad al Jauhari, dan Syekh Muhammad Zain bin Faqih Jalaludin Aceh.
Selama menuntut ilmu di sana, Syekh Muhammad Arsyad menjalin persahabatan dengan sesama penuntut ilmu seperti Syekh Abdussamad al-Falimbani, Syekh Abdurrahman Misri al-Jawi, dan Syekh Abdul Wahab Bugis sehingga mereka dikenal sebagai Empat Serangkai dari Tanah Jawi (Melayu).[11]
Setelah lebih kurang 35 tahun menuntut ilmu di Maekkah dan Madinah, timbulah niat untuk menuntut ilmu ke Mesir. Ketika niat ini disampaikan dengan guru mereka, Syekh menyarankan agar keempat muridnya ini untuk pulang ke Jawi (Indonesia) untuk berdakwah di negerinya masing-masing.
Untuk itu diadakahnlah ijab kabul pernikahan antara Syekh Abdul Wahab Bugis dengan Fatimah binti Syekh Muhammad Arsyad, yang dinikahkan langsung oleh Syekh Muhammad Arsyad sambil disaksikan dua sahabat lainnya.
Seelah dirasa cukup, maka Syekh Muhammad Arsyad dan Syekh Abdul Wahab Bugis berlayar menuju kampung halaman ke Martapura, Banjar.
Pada Bulan Ramadhan 1186 H bertepatan 1772 M, sampailah Muhammad Arsyad di kampung halamannya, Martapura, pusat Kesultanan Banjar pada masa itu.
Akan tetapi, Sultan Tahlilullah, seorang yang telah banyak membantunya telah wafat dan digantikan kemudian oleh Sultan Tahmidullah II bin Sultan Tamjidullah I, yaitu cucu Sultan Tahlilullah. Sultan Tahmidullah yang pada ketika itu memerintah Kesultanan Banjar, sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan serta kemajuan agama Islam di kerajaannya.
Sultan Tahmidullah II menyambut kedatangan dia dengan upacara adat kebesaran. Segenap rakyatpun mengelu-elukannya sebagai seorang ulama "Matahari Agama" yang cahayanya diharapkan menyinari seluruh Kesultanan Banjar. Aktivitas dia sepulangnya dari Tanah Suci dicurahkan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Baik kepada keluarga, kerabat ataupun masyarakat pada umumnya. Bahkan, sultan pun termasuk salah seorang muridnya sehingga jadilah dia raja yang ‘alim lagi wara’. Selama hidupnya ia memiliki 29 anak dari tujuh isterinya.
Sejak dilahirkan, Muhammad Arsyad melewatkan masa kecil di desa kelahirannya Lok Gabang, Martapura.
Sebagaimana anak-anak pada umumnya, Muhammad Arsyad bergaul dan bermain
dengan teman-temannya. Namun pada diri Muhammad Arsyad sudah terlihat
kecerdasannya melebihi dari teman-temannya. Begitu pula akhlak budi
pekertinya yang halus dan sangat menyukai keindahan. Di antara
kepandaiannya adalah seni melukis dan seni tulis. Sehingga siapa saja
yang melihat hasil lukisannya akan kagum dan terpukau. Pada saat Sultan Tahlilullah
sedang bekunjung ke kampung Lok Gabang, sultan melihat hasil lukisan
Muhammad Arsyad yang masih berumur 7 tahun. Terkesan akan kejadian itu,
maka Sultan meminta pada orang tuanya agar anak tersebut sebaiknya
tinggal di istana untuk belajar bersama dengan anak-anak dan cucu
Sultan. Di istana, Muhammad Arsyad tumbuh menjadi anak yang berakhlak
mulia, ramah, penurut, dan hormat kepada yang lebih tua. Seluruh
penghuni istana menyayanginya dengan kasih sayang. Sultan sangat
memperhatikan pendidikan Muhammad Arsyad, karena sultan mengharapkan
Muhammad Arsyad kelak menjadi pemimpin yang alim.
Ketika istrinya mengandung anak yang pertama, terlintaslah di hati Muhammad Arsyad suatu keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu di tanah suci Mekkah. Maka disampaikannyalah hasrat hatinya kepada sang istri tercinta.
Meskipun dengan berat hati mengingat usia pernikahan mereka yang masih muda, akhirnya isterinya mengamini niat suci sang suami dan mendukungnya dalam meraih cita-cita. Maka, setelah mendapat restu dari sultan berangkatlah Muhammad Arsyad ke Tanah Suci mewujudkan cita-citanya. Deraian air mata dan untaian doa mengiringi kepergiannya.
Di Tanah Suci, Muhammad Arsyad mengaji kepada masyaikh terkemuka pada masa itu. Di antara guru dia adalah Syekh ‘Athaillah bin Ahmad al-Mishry, al-Faqih Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi dan al-‘Arif Billah Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Samman al-Hasani al-Madani.
Syekh yang disebutkan terakhir adalah guru Muhammad Arsyad di bidang tasawuf, dimana di bawah bimbingannyalah Muhammad Arsyad melakukan suluk dan khalwat, sehingga mendapat ijazah darinya dengan kedudukan sebagai khalifah.
Selain itu guru-guru Muhammad Arsyad yang lain seperti Syekh Ahmad bin Abdul Mun'im ad Damanhuri, Syekh Muhammad Murtadha bin Muhammad az Zabidi, Syekh Hasan bin Ahmad al Yamani, Syekh Salm bin Abdullah al Basri, Syekh Shiddiq bin Umar Khan, Syekh Abdullah bin Hijazi asy Syarqawy, Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz al Maghrabi, Syekh Abdurrahamn bin Sulaiman al Ahdal, Syekh Abdurrahman bin Abdul Mubin al Fathani, Syekh Abdul Gani bin Muhammad Hilal, Syekh Abis as Sandi, Syekh Abdul Wahab at Thantawy, Syekh Abdullah Mirghani, Syekh Muhammad bin Ahmad al Jauhari, dan Syekh Muhammad Zain bin Faqih Jalaludin Aceh.
Selama menuntut ilmu di sana, Syekh Muhammad Arsyad menjalin persahabatan dengan sesama penuntut ilmu seperti Syekh Abdussamad al-Falimbani, Syekh Abdurrahman Misri al-Jawi, dan Syekh Abdul Wahab Bugis sehingga mereka dikenal sebagai Empat Serangkai dari Tanah Jawi (Melayu).[11]
Setelah lebih kurang 35 tahun menuntut ilmu di Maekkah dan Madinah, timbulah niat untuk menuntut ilmu ke Mesir. Ketika niat ini disampaikan dengan guru mereka, Syekh menyarankan agar keempat muridnya ini untuk pulang ke Jawi (Indonesia) untuk berdakwah di negerinya masing-masing.
Menikahkan anak
Sebelum pulang, keempat sahabat sepakat untuk berhaji kembali di Tanah Suci Mekkah. Pada saat itu tanpa disangka-sangka Syekh Muhammad Arsyad bertemu dengan adik kandung dia yaitu Zainal Abidin bin Abdullah yang sedang menunaikan ibadah haji. Sang adik membawa kabar berita bahwa anak dia yaitu Fatimah sudah beranjak dewasa dan sang anak menitipkan cincin kepada dia. Melihat hal demikian, tiga sahabat Syekh Muhammad Arsyad masing-masing mengajukan lamaran untuk memperisteri anak dia. Setelah berpikir lama, Syekh Muhammad Arsyad memeutuskan untuk mengundi, lamaran yang akan diterima. Hasil pengundian ternyata lamaran Syekh Abdul Wahab Bugis yang diterima.Untuk itu diadakahnlah ijab kabul pernikahan antara Syekh Abdul Wahab Bugis dengan Fatimah binti Syekh Muhammad Arsyad, yang dinikahkan langsung oleh Syekh Muhammad Arsyad sambil disaksikan dua sahabat lainnya.
Membetulkan arah kiblat masjid
Maka bertolaklah keempat putra Nusantara ini menuju kampung halaman. Memasuki wilayah Nusantara, mula-mula mereka singgah di Sumatera yaitu di Palembang, kampung halaman Syekh Abdussamad Al Falimbani. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Betawi, yaitu kampung halaman Syekh Abdurrahman Misri. Selama di Betawi, Syekh Muhammad Arsyad diminta menetap sebentar untuk mengajarkan ilmu agama dengan masyarakat Betawi. Salah satu peristiwa penting selama di Betawi adalah ketika Syekh Muhammad Arsyad membetulkan arah kiblat Masjid Jembatan Lima, Masjid Luar Batang dan Masjid Pekojan. Untuk mengenang peristiwa tersebut, masyarakat sekitar Masjid Jembatan Lima menuliskan di atas batu dalam aksara arab melayu (tulisan jawi) yang bertuliskan bahwa kiblat masjid ini telah diputar ke kanan sekitar 25 derajat oleh Muhammad Arsyad Al-Banjari pada tanggal 4 Safar 1186 H.Seelah dirasa cukup, maka Syekh Muhammad Arsyad dan Syekh Abdul Wahab Bugis berlayar menuju kampung halaman ke Martapura, Banjar.
Pada Bulan Ramadhan 1186 H bertepatan 1772 M, sampailah Muhammad Arsyad di kampung halamannya, Martapura, pusat Kesultanan Banjar pada masa itu.
Akan tetapi, Sultan Tahlilullah, seorang yang telah banyak membantunya telah wafat dan digantikan kemudian oleh Sultan Tahmidullah II bin Sultan Tamjidullah I, yaitu cucu Sultan Tahlilullah. Sultan Tahmidullah yang pada ketika itu memerintah Kesultanan Banjar, sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan serta kemajuan agama Islam di kerajaannya.
Sultan Tahmidullah II menyambut kedatangan dia dengan upacara adat kebesaran. Segenap rakyatpun mengelu-elukannya sebagai seorang ulama "Matahari Agama" yang cahayanya diharapkan menyinari seluruh Kesultanan Banjar. Aktivitas dia sepulangnya dari Tanah Suci dicurahkan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Baik kepada keluarga, kerabat ataupun masyarakat pada umumnya. Bahkan, sultan pun termasuk salah seorang muridnya sehingga jadilah dia raja yang ‘alim lagi wara’. Selama hidupnya ia memiliki 29 anak dari tujuh isterinya.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Arsyad_al-Banjari
kerajian dari barang bekas
Botol bekas juga bisa kamu manfaatkan menjadi sapu. Memang, jika ahli
dalam membuat kerajinan tangan, apapun bisa dibuat dengan memanfaatkan
botol bekas. Nah, salah satunya adalah dengan membuat sapu dengan botol
bekas. Cara pembuatannya juga cukup mudah dan bahan-bahan yang
dibutuhkan juga sangat sederhana. Berikut ini bahan dan cara
pembuatannya.
Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan:
- Botol bekas
- Kayu untuk pegangan sapu
- Gunting
Cara Membuat Sapu dari Botol Bekas
- Langkah pertama dalam membuat kerajinan tangan dari botol bekas berbentuk sapu adalah dengan memotong bagian ujung botol.
- Langkah selanjutnya adalah potong-potong setengah bagian botol hingga membentuk seperti sapu.
- Buatlah sekiar dua, lalu gabungkan kedua botol yang sudah dipotong-potong tersebut. Tujuannya adalah agar sapu lebih kuat dan awet.
- Tambahkan kayu dibagian ujung botol untuk pegangan sapunya.
- Kerajinan tangan dari botol bekas berbentuk sapu siap untuk digunakan.
- Kerajinan ini bisa kamu gunakan untuk menyapu atau bisa kamu jadikan sebagai hiasan rumah saja.
kotak pensil dari kotak teh
Cara Membuat Kotak Pensil dari Barang Bekas
Tempat Pensil dari Kotak Teh Buatan Sendiri
Jika di atas meja kerja atau meja belajar kita terdapat tempat pensil yang dibuat oleh kita sendiri, tentunya sangat menyenangkan dan membanggakan bukan? Apalagi jika pembuatannya kita lakukan untuk mengisi waktu senggang, dari bahan-bahan sederhana bahkan barang bekas dan sampah. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa. Pada kotak pensil yang dibuat kita bisa menampilkan ide-ide kita tentang desain sederhana sebuah benda. Misalnya saja, bagaimana kalau 3 buah kotak bekas kemasan teh celup disatukan dengan formasi tertentu, atau dengan sedikit modifikasi bentuk dan hiasan. Pasti mengasyikkan waktu membuatnya.Nah, kali ini kita kembali akan mencoba memberikan sebuah tutorial sederhana untuk pembuatan prakarya sederhana dari barang bekas, dalam hal ini kotak teh celup untuk dibuat barang yang bermanfaat, yaitu tempat pensil.
![]() |
| kotak teh celup dan undangan bekas disulap jadi tempat pensil cantik |
Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan tempat pensil seperti gambar di atas sangat sederhana dan tentunya tersedia di rumah, yaitu:- 3 buah kotak bekas kemasan teh celup
- kertas sampul warna-warni (pakai yang bekas seperti saya tentu lebih bagus)
- lem kertas
- selotip
- spidol/pulpen
- gunting
Langkah-Langkah Pembuatan Tempat Pensil dari Kotak Kemasan Teh Celup
Adapun langkah-langkah cara pembuatan tempat pensil seperti gambar di atas adalah sebagai berikut:- Siapkan kotak bekas kemasan teh celup. Kita membutuhkan 3 buah untuk desain seperti foto di atas. Gambar 1.
- Rapikan kotak, dan tutup kotak dengan selotip dengan rapi (Gambar 2).
![]() |
| persiapan kotak |
- Pada sisinya yang lebar, ukur dari salah satu ujung kotak dengan mistar sepanjang 3 cm, lalu buat garis seperti Gambar 3. Kita akan membuat bentuk miring.
- Gunting kotak berdasarkan garis yang telah di buat (Gambar 4).
![]() |
| membentuk kotak |
- Rapikan kotak, dan beri selotip jika diperlukan (Gambar 5).
- Lakukan hal yang sama untuk kotak kedua.
- Tempelkan keduanya dengan lem seperti Gambar 6.
![]() |
| merakit kotak |
- Siapkan kotak kemasan teh celup yang ketiga. Bersihkan bagian dalamnya jika masih tersisa serbuk teh. (Gambar 7).
- Tempelkan kotak ketiga persis di tengah-tengah (antara) 2 kotak yang tadi disatukan, seperti Gambar 8. Gunakan lem untuk menyatukan ketiganya.
![]() |
| menambahkan kotak ketiga |
- Gunakan mistar untuk mengukur 3 cm dari kotak ketiga, dan buat garis pemandu dengan spidol untuk memudahkan pengguntingan. (Gambar 9)
- Gunting seperti Gambar 10 berdasarkan garis yang telah dibuat dengan spidol. Ini adalah bentuk dasar kotak pensil kita nantinya.
- Siapkan kertas sampul warna-warni.
![]() |
| ini desain dasarnya |
- Tutupi seluruh permukaan ketiga kotak bekas kemasan teh celup yang telah disatukan.Gunakan lem atau selotip untuk kebutuhan ini. Gambar 11.
- Siapkan bekas kartu undangan yang sudah tidak terpakai seperti misalnya pada Gambar 12. Diperlihatkan adanya ornamen tertentu yang dapat dipakai untuk menghias kotak pensil kita. Tidak semua kartu undangan atau kartu ucapan memiliki ornamen penghias yang dapat dipakai. Bentuknya pun jika ada dapat sangat bervariasi. Jadi tinggal kreativitas kita dalam memilih dan memilahnya untuk kerajinan kita kali ini.
- Lihatlah saya mempunyai sebuah kartu undangan dengan ornamen bentuk belah ketupat dengan ukiran cantik di dalamnya. Saya menemukan beberapa ornamen seperti ini dalam selembar undangan tersebut.
![]() |
| mengambil bagian ornamen kartu undangan |
- Gunting ornamen-ornamen pada kartu undangan yang anda sukai dan cocok ditempelkan pada kotak pensil. (Gambar 13).
- Tempelkan dengan lem semua ornamen yang telah digunting. Tempatkan seperlunya sehingga tidak terlalu berlebihan. Lihat Gambar 14.
- Nah selesai sudah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup kali ini. Bagaimana, tentunya sangat mudah sekali bukan?
![]() |
| penyelesaian akhir tempat pensil |
sumber : novehasanah.blogspot.com › kerajinan tangan
Tafsir ayat tentang Syukur
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Syukur
Secara etimologi,
syukur berasal dari kataيَشْكُرُ – شُكْرًا شَكَرَ - yang
berarti berterima kasih.[1]Menurut
istilah syara’, syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang diberikan
oleh Allah swt dengan disertai ketundukan kepada-Nya dan mempergunakan nikmat
tersebut sesuai dengan kehendak Allah.
Kata syukur dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagairasa terima kasih kepada Allah swt, dan
untunglah (menyatakan perasaan lega, senang, dan sebagainya).[2]
Syukur adalah suatu
sifat yang penuh kebaikan dan rasa menghormati serta mengagungkan atas segala
nikmat-Nya, baik diekspresikan dengan lisan, dimantapkan dengan hati, dan
diamalkan dengan perbuatan.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa syukur adalah berterima kasih kepada Allah, lega, senang
dengan menyebut nikmat yang diberikan kepadanya dimana rasa senang itu terwujud
pada lisan, hati maupun perbuatan.
Lawandarisikapbersyukuradalahkufur yang
pengertiannyameliputi:
1.
Tidakmauberiman,
2.
Tidaktahuberterimakasihatasnikmat
Allah dansegalakarunia yang diterimanya,
3.
Menentang Allah atautidakberiman,
4.
Mengingkariayat-ayat Allah
ataumengingkarirasul.[3]
B.
Ayat dan Tafsir Tentang Syukur
1.
Surah Al-Baqarah ayat 152
þÎTrãä.ø$$sùöNä.öä.ør&(#rãà6ô©$#urÍ<wurÈbrãàÿõ3s?ÇÊÎËÈ
Artinya :
“Karena itu,
ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah
kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
Tafsir ayat
a.
Mengutip perkataan Syaikh Muhammad Ali-Ashabuni di dalam kitabnya
Shafwatut Tafasir, “Karena itu, ingatlah kepada-Ku Niscaya Aku ingat (pula)
kepadamu,” ingatlah kamu kepada-Ku dengan beribadah dan taat maka Aku akan
mengingat dengan memberi pahala dan ampunan. “dan bersyukurlah kepada-Ku dan
janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,” besyukurlah terhadap
nikmat-nikmat-Ku atas kamu dan janganlah mengingkari dengan kekafiran dan
maksiat.[4]
b.
Ibnu Abbas berkata, ”Nikmat Allah di
siniberartiNabi
Muhammad saw. Olehsebabitu Allah menganjurkankepadakaummukmininmensyukurinikmatdanselalumengingatinya.”
Muhammad saw. Olehsebabitu Allah menganjurkankepadakaummukmininmensyukurinikmatdanselalumengingatinya.”
Fadz kuruuni adz kurkum, wasy kuruuli
wala takfuruun = Sebagaimana Aku telah memberi nikmat, maka selalulah
kalian berzikir dan, syukur dan jangan sampai mengingkari nikmat karunia-Ku
itu.Zaid bin
AslammengatakanbahwaNabi Musa a.s. bertanya,
"YaTuhanbagaimanaakubersyukurkepada-Mu?” JawabTuhan, “Ingatkepada-Ku
danjanganmelupakanAku. Makabilaandaingatkepada-Ku berartibersyukurkepada-Ku,danbi;aandalupapada-Ku
berartikufurkepada-Ku”.
Al-Hasan al-Bashri berkata, ”Udzkuruuni adz kur kum”
= Ingatilah Aku
dengan melaksanakan apa yang telah Aku wajibkan atasmu. Niscaya Aku ingati kamu
dengan apa yang telah Aku janjikan kepadamu.Said bin Jubair'berkata, ”Ingatlah
kalian dengan melakukan taat kepada-Ku, Aku ingati kamu dengan pengampunan-Ku,
atau rahmat-Ku.”
Di dalam hadis sahih, ”Siapa yang ingat kepada-Ku dalam
hatinya (sendirian) Aku ingati dia dalam diri-Ku, dan siapa yang zikir
kepada-Ku di dalam majelis orang-orang maka Aku zikir kepadanya dalam rombongan
yang lebih baik dari rombongannya.”
Anas r.a. mengatakan Rasulullah saw. bahwa Allah Ta’ala
berfrman:“Hai anak Adam Jika anda
ingat (berzikir) pada-Ku dalam Arimu, Aku ingat kepadamu dalam diri-Ku, dan
Jika anda ingat kepada-Ku dalam romtengan, maka Aku ingat kepadamu dalam
romtongan Malaikat (yang lebih dari rombonganmu). Jika anda
mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat
kepadamu satuhasta, danjika anda mendekat
kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadamu sedepa, dan Jika anda datang
kepada-Ku berjalanAku
akan datangkepadamu berlari)”.
(HR. Bukhari dari Qatadah dan Ahmad dari Anas).
Wasy kuru li walaa takfuruun = Allah
menyuruh bersyukur dan menjanjikan kepada siapa yang syukur akan ditambah
kebaikan dan nikmat-Nya, sebagaimana tersebut dalam surat Ibrahim ayat:
”Wa idz ta’adz dzana rabbukum la’in
syakartum la’azi dan aakum, wala’in kafartum inna adzaabi
lasya diid” = Ingatlah ketika Tuhan memaklumkan. Jika kalian bersyukurmakaAkuakanmenambahnikmat-Ku
kepadamu, danbila kalian lupaakan nikmatmakasiksa-Ku sangatberat.[5]
2.
Surah Al-Baqarah ayat 172
$ygr'¯»túïÏ%©!$#(#qãZtB#uä(#qè=à2`ÏBÏM»t6ÍhsÛ$tBöNä3»oYø%yu(#rãä3ô©$#ur¬!bÎ)óOçFZà2çn$Î)crßç7÷ès?ÇÊÐËÈ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki
yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika
benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
Tafsir ayat
a.
Megutip perkataan Syaikh Muhammad Ali Ash-Shabuni di dalam kitabnya Shafwatut
Tafasir, bahwa Allah menyerukan orang-orang mukmin karena mereka adalah
orang-orang yang mengambil manfaat terhadap petunjuk Tuhan. Ayat ini bermakna,
makanlah wahai orang-orang yang beriman dari makanan-makanan yang yang lezat
dan rezeki yang halal yang dianugrahkan Allah kepadamu dan bersyukurlah kepada
Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang tidak terbatas, jika kamu benar-benar ikhlas
beribadah kepada Allah dan tidak menyembah seorangpun selain-Nya.[6]
b.
Di dalam ayat ini, khitab Allah ditunjukkan kepada orang-orang yang beriman
secara khusus. Mereka ini akan lebih sensitif pemahamannya, disamping bias
menerima hidayah. Karenanya, Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman
agar memakan makanan yang halal dan bersyukur kepada Allah atas karunia yang
dilimpahkan kepada mereka. Kemudian Allah menjelaskan makanan yang haram, bahwa
makanan yang diharamkan itu berjumlah sedikit, dan kebanyakan makanan yng
merupakan ciptaan Allah itu dihalalkan.
Allah telah menyeru
orang-orang beriman agar menerima hukum syariat Allah, juga agar mengambil apa
yang dihalalkan dan meninggalkan apa yang diharamkan. Pelanggaran ini bukanlah
karena Allah menginginkan agar mereka mengalami kesulitan dan kesempitan dalam
mencari rezeki, tetapi agar mereka sebagai hamba bisa mensyukuri apa-apa yang berasal
dari Allah dan agar mereka betul-betul beribadah semata-mata karena Allah.[7]
3.
Surah Ali ‘Imran 145
$tBurtb$2C§øÿuZÏ9br&|NqßJs?wÎ)ÈbøÎ*Î/«!$#$Y7»tFÏ.Wx§_xsB3ÆtBur÷Ìãz>#uqrO$u÷R9$#¾ÏmÏ?÷sçR$pk÷]ÏB`tBur÷Ìãz>#uqrOÍotÅzFy$#¾ÏmÏ?÷sçR$pk÷]ÏB4ÌôfuZyurtûïÌÅ3»¤±9$#ÇÊÍÎÈ
Artinya :
”Sesuatuyang
bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang
telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami
berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala
akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan
memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
Tafsir mufradat
: مُؤَجَّلاًyang telah ditetapkan waktunya hingga tidak dapat
dimajukan dan di mundurkan.
: نُؤْتِهِ مِنْهَاBagiannya di dunia tetapi di akhirat ia tidak mendapat
apa-apa.[8]
Tafsir ayat
a.
Mengutip perkataan Syaikh Muhammad Ali As-Shabuni di dalam kitabnya
Shafwatut Tafasir bahwa banyak Nabi
yang berperang untuk menegakkan kalimat Allah dan bersama-sama dengan mereka
terdapat para ulama yang bertakwa dan orang-orang saleh yang ahli ibadah. Mereka
semua ikut beperang lalu di antara mereka ada yang terbunuh. Meraka tidak
menjadi pengecut dan berputus asa ketika sebagian dari mereka ada yang terbunuh
atau terluka untuk berjihad[9].
b. Masalahajalseseorang
tidaktermasukurusanmanusiaatautatanan Allah untukalamsemestaini.
Seseorangmustahilmatitanpaseizindankehendak Allah.
Tatanankehidupaninibersumberdari Allah, dansebabmusababnyasalingberkait di
dalamnya.
Firman Allah kitabbanMuajjala,artinya
Allah menetapkanhaltersebutdisetaidenganajaltertentu yang tidakakanberubah. Hal
tersebuttelahdiaturoleh Allah yang tidakakanterlambatatauterlalucepat. Banyak
orang melipatkandiridalamurusansebab-sebabkematian,
dalammelibatkandiridalamkancahpeperangan,
ataumelibatkandiriketengah-tengahpenyakitmenular,
sertamelibatkandiridalamberbagaibencanaalam.Tetapisekalipundemikianmerekatidakterkenabahayaataupenyakit.
Dalamayatiniterkandungsindiranbagi
orang-orang yang sibukmengumpulkanganimahdalampernaguhud,
sehinggamerekameninggalkankedudukan yang strategis yang
telahdiperintahkanolehRasulullah agar
janganditinggalkan.Jadiseolahsindirantersebutmengatakankepadamereka, bahwabila
kalian menghendakipahaladuniamaka Allah tidakmenghalang-halangi kalian,
dankewajiban kalian tidak lain hanyalahtinggalmenempuhjalannyasaja.
Tetapidalamhalinibukansuatuhal yang
dikehendakiolehNabi Muhammad saw. agar
kalian melakukannya. BahkanNabi Muhammad saw, mengajak kalian kepadahal yang lebihbaikdaribagianduniawi,
seperti yang terlihatolehkalian, yang dimaksudkanNabi saw
adalahpahaladiakhirat. Bagi kalian adaduapilihan,
terkadangmemilihduniadansuatusaatmemilihakhirat.Bagimasing-masingkeduanyamemilikitatanantersendiri
yang harusdiikutidanmempunyaijalan-jalanlurus yang harusditempuh.
Yaitu orang-orang yang
mengertiartikarunia Allah kepadadirimereka,
kemudianmenggunakannyauntukmeningkatkandirikearahkesempurnaan.
Untukitulahmerekagemarmelakukanamal-amalshaleh yang
bisamengangkatjiwadandapatdimanfaatkanolehumatmereka. Orang-orang yang
berlakudemikin, sepertiAnas bin Nadr, dan orang-orang yang
berjuangdanbersikapsabaarbersamaNabi saw, denganbekalkemauankerasdihatinya. Hal
itulah yang mengusirkaummusyrikindarimasyarakatmuslim.[10]
4.
Surah Yasin ayat 35
(#qè=à2ù'uÏ9`ÏB¾ÍnÌyJrO$tBurçm÷Gn=ÏJtãöNÍgÏ÷r&(xsùr&tbrãà6ô±oÇÌÎÈ
Artinya :
“SupayamerekadapatMakandaribuahnya,
dandariapa yang diusahakanolehtanganmereka. MakaMengapakahmerekatidakbersyukur?”
Tafsir ayat
a. Tafsiran yang pertamaHurufMaa(MaaNaafiyah)
diartikandenganNafi, yaitutidak.
Artinyabahwamerekatelahdatangmenerimahasilsaja. Sebab yang
menumbuhkanhasil-hasilitubukanlahmereka, melainkanlangsungataskehendakTuhan.
Tafsir yang kedua ialah huruf Maa itu diartikan
sebagai (Maa Maushuulah) yaitu isim penghubung. Menjaditafsiranialah: “Supayamerekamakandaribuahhasilnyadanapa
yang diusahakanolehtanganmereka“. DenganmengartikanMaajadimaaushuul,
penghubung, diakuilahjugausahamanusia, karenamemangmanusiaitu pun
diperintahkanolehTuhansupayaberusaha. Kebun-kebundansawah-sawah pun
jadilebihteraturkalaumanusiamaumengusahakannyajugadengantangannya.Sebabitumakahasil
yang diberikan Allah kepadanyaialahsepanjang yang diausahakanjuga.
Di
ujungayatinidengansecarahalusTuhankitamenanyakankepadakitamanusia,
bahwasesudahmenerimanikmatsebanyakitu, baikdarihasilbumi, hasilkebun, yang
dikeluarkandaridalambumi, padahaltadinyabumiituadalahseakan-akanmati,
sekarangtelahhidupdanmemberihidupbagimanusia, apakahmanusiapatuttidakbersyukurkepadaTuhan?[11]
b.
Dan Kami adakandimuka bumi yang telah Kami hidupkan itu kekebun-kebun kurma
dan anggur, dan Kami buat padanya sungai-sungai yang menjalar-jalar di
tempat-tempat dimana kebun-kebun itu tersebar, supaya mereka dapat memakan buah
dari kebun itu atau dari hasil tangan itu atau dari hasil tangan mereka, yaitu
hasil yang telah mereka tanam dan semaikan.
Kemudian,
setelah Allahmenyebut-nyebutnikmat-Nya,
makadisuruhnyamerekauntukbersyukurkepada-Nya, serayaFirmannya:
tbrãà6ô±oxsùr&
“TidakkahmerekabersyukurkepadaPenciptanikmat-nikmatiniatassegalakarunia
yang telahdiaberikankepadamereka yang takbisabisadihitungitu.”
Dan
Allah menyuruh mereka supaya bersyukur,
sedang cara bersyukur kepada Allah Ta’ala ialah beribadah kepada-Nya, namun
mereka meninggalkan ibadah itu, bahkan menyembah kepada selain Allah dan
menyekutukan-Nya.[12]
Adapun daftar surah dan ayat yang mengandung arti syukur
dalam Al-Qur’an pada pencarian Maktabah Syamilah terdapat pada tabel berikut
ini :
|
No
|
Surah
|
Ayat
|
Lafadz yang bermakna syukur
|
Bentuk
|
Arti
|
|
1
|
Al-Baqarah
|
52
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
kamubersyukur
|
|
56
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
kamubersyukur
|
||
|
172
|
وَاشْكُرُوْا
|
فعل الأمر
|
Bersyukurlah
|
||
|
185
|
تَشْكرُونَ
|
فعل المضارع
|
Kamubersyukur
|
||
|
152
|
وَاشْكُرُوْا
|
فعل الأمر
|
Bersyukurlah
|
||
|
243
|
يشْكُرُونَ
|
فعل المضارع
|
Merekabersyukur
|
||
|
2
|
Ali ‘Imran
|
123
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Merekabersyukur
|
|
144
|
الشَّاكِرِيْنَ
|
اسم (جمع)
|
Orang-orang
yang bersyukur
|
||
|
145
|
الشَّاكِرِيْنَ
|
اسم (جمع)
|
Orang-orang
yang bersyukur
|
||
|
3
|
An-Nisa
|
147
|
شَكَرْتُمْ
|
فعل الماض
|
Kamu bersyukur
|
|
شَاكِرًا
|
مصدر
|
Mensyukuri
|
|||
|
4
|
As-Sajadah
|
9
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
5
|
Al-Maidah
|
6
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
89
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
||
|
6
|
An-Naml
|
40
|
شَكَرَ
|
فعل الماض
|
Bersyukur
|
|
أَشْكُرُ
|
فعل الماض
|
Aku bersyukur
|
|||
|
يَشْكُرُ
|
فعل المضارع
|
Bersyukur
|
|||
|
73
|
لاَيَشْكُرُوْنَ
|
فعل النهى
|
Mereka tidak mensyukuri
|
||
|
7
|
Al-Qamr
|
35
|
شَكَرَ
|
فعل الماض
|
Bersyukur
|
|
8
|
Luqman
|
12
|
أُشْكُرْ
|
فعل الأمر
|
Bersyukurlah
|
|
يَشْكُر
|
فعل المضارع
|
Bersyukur
|
|||
|
يَشْكُرُ
|
فعل المضارع
|
Dia bersyukur
|
|||
|
14
|
أُشْكرلي
|
فعل الأمر
|
Bersyukurlah kepada-Ku
|
||
|
31
|
شكور
|
اسم
|
Bersyukur
|
||
|
9
|
Al-A’raf
|
58
|
يَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
10
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
||
|
17
|
شَىاكِرِيْنَ
|
اسم
|
Mereka bersyukur
|
||
|
10
|
Yunus
|
60
|
يَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
11
|
Yusuf
|
38
|
يَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
12
|
Ibrahim
|
37
|
يَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
7
|
شَكَرْتُمْ
|
فعل الماض
|
Kamu bersyukur
|
||
|
13
|
Ghafir
|
61
|
يَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
14
|
Al-Anfal
|
26
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
15
|
An-Nahl
|
14
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
78
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
||
|
16
|
Al-Hajj
|
36
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
17
|
Al-Mu’minun
|
78
|
تَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
18
|
Saba
|
13
|
الشكور
|
اسم
|
Yang bersyukur
|
|
19
|
Yasin
|
35
|
يَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
|
73
|
يَشْكُرُوْنَ
|
فعل المضارع
|
Kamu bersyukur
|
Jadi, dapat disimpulkan dari tebel di atas, bahwa ayat
yang mengandung arti syukur dalam Al-Qur’an
berjumlah 40 ayat.
C.
Syukur dalam Sudut Pandang Akhlak
Syukurbermaknapengakuandanterimakasih.
Al-Qur’an menggunakandua kata: syakur dan syakir, yangkeduanyadigunakanuntukmenyatakanpengakuandanterimakasih,
baikkepadaTuhanmaupunkepadamanusia. Olehkarenanyaiamerupakanbagiandarisikapberakidah.
Syukur yang dilakukan manusia berporos pada tiga pilar, yaitu
mengakui nikmat tersebut secara batin, menceritakannya secara lahir dan
menggunakannya untuk taat kepada Allah.Jadi, syukur berhubungan erat dengan
hati, lisan dan anggota badan. Hati
untuk mengetahui dan mencintai, lisan untuk menyanjung dan juga memuji
sedangkan anggota badan untuk menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah yang
disyukuri dan mencegah penggunaannya dalam kedurhakaan kepadaNya.[13]
Syukur(al-Syukr)adalahsalahsatunilaiajaran
yang sangatpentingdalamajaran Islam
yangsenantiasarelevandengankehidupanmanusia, mengingatdemikianbanyaknyaanugerah
Allah yang diberikankepadamereka, baikdalambentukmaterimaupun non materi.
Mensyukurirahmat Allah
dilaksanakandalambentukucapan yang setulushati, kemudiandiiringidenganperbuatan,
yaitumenggunakanrahmattersebutdengancaradanuntuktujuan yang diridhai-Nya.
1.
Manfaat
Bersyukur
Sayyid Qutb yang dikutip oleh Ahmad
Yani, menyatakan empat manfaat bersyukur, yakni:[14]
a.
Menyucikan Jiwa
Bersyukur dapat menjaga kesucian jiwa, sebab menjadikan
orang dekat dan terhindar dari sifat buruk.
b.
Mendorong jiwa untuk beramal
shaleh
Bersyukur yang harus ditunjukkan dengan amal shaleh
membuat seseorang selalu terdorong untuk memanfaatkan apa yang diperolehnya untuk
berbagi kebaikan. Semakin banyak kenikmatan yang diperoleh maka semakin banyak
pula amal shaleh yang dilakukan.
c.
Menjadikan orang lain ridha
Dengan bersyukur apa yang diperolehnya akan berguna bagi
orang lain dan membuat orang lain ridha kepadanya. Karena menyadari bahwa
nikmat yang diperoleh tidak hanya dinikmati sendiri melainkan juga dinikmati
oleh orang lain sehingga hubungan dengan orang lain menjadi baik.
d.
Memperbaiki dan memperlancar
interaksi sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat, hubungan yang baik dan
lancar merupakan hal yang sangat penting. Orang yang bersyukur dapat melakukan
upaya memperbaiki dan memperlancar hubungan sosial karena tidak ingin menikmati
sendiri apa yang diperolehnya.
Dalam kehidupan kita sehari-hari dapat kita lihat bahwa orang-orang
yang dermawan dan suka menginfakkan hartanya untuk kepentingan
umum dan menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, pada umumnya tidak pernah jatuh miskin ataupun sengsara, bahkan sebaliknya
rezekinya senantiasa bertambah dan kekayaannya makin meningkat, serta hidupnya bahagia, dicintai dan dihormati dalam pergaulan.
umum dan menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, pada umumnya tidak pernah jatuh miskin ataupun sengsara, bahkan sebaliknya
rezekinya senantiasa bertambah dan kekayaannya makin meningkat, serta hidupnya bahagia, dicintai dan dihormati dalam pergaulan.
Sebaliknya orang-orang kaya yang kikir atau suka
menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak diridhai Allah, maka
kekayaannya
tidak cepat bertambah, bahkan cepat menyusut. Dalam pada itu, ia senantiasa dibenci dan dikutuki orang banyak sehingga kehidupan akhiratnya
jauh dari ketenangan dan kebahagiaan.[15]
tidak cepat bertambah, bahkan cepat menyusut. Dalam pada itu, ia senantiasa dibenci dan dikutuki orang banyak sehingga kehidupan akhiratnya
jauh dari ketenangan dan kebahagiaan.[15]
[1]Ahmad Warson
Munawwir, Kamus Munawwir Arab-Indonesia.(Surabaya: Pustaka
Progresif. 1997), Cet. XIV, Hal 734.
[3]Dr. Ahmad
Farid, Manajemen Qalbu Ulama Salaf, Terj. Najib Junaidi, Lc., (Surabaya:
Pustaka Elba, 2016), Cet. Ke-2, Hal. 299.
[4]Syaikh
Muhammad Ali-Ashabuni. Safwatut Tafasir. Terj. KH. Yasin. (Jakarta
: Pustaka Kautsar. 2011). Jilid 1. Hal. 202-203.
[5]Imam
al-Hafidz Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Terj. H. Salim
Bahreisy, H. Said Bahreisy, (Kuala Lumpur: Victory Agencie, 2003), Jilid 1,
Hal. 268-269.
[6]Syaikh
Muhammad Ali-Ashabuni. Safwatut Tafasir...... Hal. 223
[7]Ahmad
Mushthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, Terj. Bahrun Abu Bakar,
Lc.,DrsHeryNoerAly.
( Semarang: PT.
KaryaToha, 1993) Cet, ke-2,Juz I, Hal. 80
[8]Imam
jalaluddin Al-Mahalli, Imam Jaluddin As-Suyuti, Tafsir Jalalain. Terj.
Bahrun Abubakar, Lc (Bandung : Sinar Baru Alensindo,2011), Cet. VIII,Jilid 1,
Hal. 264-265.
[9]Syaikh
Muhammad Ali-Ashabuni. Safwatut Tafasir...... Hal. 522-523.
[11]Prof. Dr.
Haji Abdul Malik Karim Amrullah, Tafsir Al-Azhar,
(Jakarta: PT Pustaka Panjimas, 1982), Juz XXIII, Hal. 34-35.
[13]Dr. Ahmad
Farid, Manajemen Qalbu Ulama Salaf, Terj. Najib Junaidi, Lc.,
(Surabaya: Pustaka Elba), Cet. Ke-2, Hal. 299.
[14]Ahmad Yani, Menjadi
Pribadi Terpuji, (Jakarta: Al-Qalam, 2007), Hal. 251.
[15]Prof. Dr. H.
Syahrin Harahap, H. Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedi Aqidah Islam,
(Jakarta: Kencana, 2003), Hal. 413
Langganan:
Postingan (Atom)
kerajinan tangan Kalimantan Selatan
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa usaha-usaha kerajinan yang terbanyak dikerjakan oleh penduduk desa adalah sebagai usaha tambahan di sa...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan, yang banyak melibatkan aktivitas siswa ...
-
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa usaha-usaha kerajinan yang terbanyak dikerjakan oleh penduduk desa adalah sebagai usaha tambahan di sa...
-
Cara Membuat Kotak Pensil dari Barang Bekas Tempat Pensil dari Kotak Teh Buatan Sendiri Jika di atas meja kerja atau meja belajar ki...







