Rabu, 25 April 2018

kerajinan tangan Kalimantan Selatan



kotak pensil dari botol

Botol bekas adalah material prakarya yang serbaguna. Botol bekas sering digunakan dan sangat populer dijadikan sebagai bahan prakarya karena biayanya yang sangat murah dan pengolahannya yang sangat mudah. Untuk tutorial kali ini, kita akan membahas tentang cara membuat tempat pensil dengan memanfaatkan botol bekas dengan biaya yang sangat murah.
Tempat pensil yang akan kita buat ini adalah tempat pensil berbentuk tabung dan dilengkapi dengan resleting. Sehingga tidak terbatas pada tempat pensil saja, prakarya yang akan kita buat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah tempat menyimpan baran-barang lain seperti komponen elektronika, kelereng, obat-obatan, peralatan menjahit, dan lain sebagainya.
Mari simak langkah-langkah membuat tempat pensil dari botol bekas yang sudah kami rangkum berikut ini:

Alat dan bahan

Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat prakarya ini adalah:
  1. 2 Buah botol plastik bekas.
  2. Resleting / zipper.
  3. Potongan kain flanel.
  4. Lem plastik / lem tembak
  5. Cutter.
  6. Spidol
image

Langkah 1 : Potong botol plastik

Pertama-tama, tandai bagian botol plastik yang hendak dipotong lalu potong botol dengan menggunakan cutter secara hati-hati.
Berhati-hatilah saat menggunakan cutter untuk memotong botol, pegang botol dengan posisi pisau tidak menghadap tangan anda.
Bagian botol yang digunakan dalam prakarya ini adalah bagian dasarnya. Tandai sesuai dengan ketinggian yang digunakan pada salah satu botol, lalu untuk botol lainnya tandai setinggi 1/4 atau 1/3 dari ketinggian potongan botol pertama.
Contohnya, jika anda hendak membuat tempat pensil, maka potong salah satu botol setinggi pensil, kemudian potong botol lainnya setinggi 1/4 dari ketinggian botol pertama. Seperti pada gambar berikut.
image

Langkah 2 : Buat resleting untuk penutup

Kemudian potong resleting dengan panjang sesuai dengan keliling botol, lalu potong kain flanel dengan lebar 2 kali dari lebar resleting, lalu bungkuskan dan rekatkan pada ujung resleting untuk mencegah resleting lepas.
image

Langkah 3 : Rekatkan

Rekatkan masing-masing sisi resleting pada masing-masing tepian botol. Gunakan lem plastik / lem tembak untuk merekatkannya namu jangan sampai mengenai jalur resleting karena dapat menyebabkan resleting macet. Beri ruang setidaknya setengah dari lebar resleting agar resleting mudah untuk di buka-tutup. Rekatkan seperti pada gambar berikut.
image

Langkah 4 : Selesai

Tunggu sejenak hingga lem benar-benar mengeras, dan tempat pensil anda siap untuk digunakan.
Seperti yang sudah saya sebutkan pada awal tutorial, tidak terbatas pada pensil dan pena atau bolpoint saja, prakarya ini juga dapat anda fungsikan sebagai tempat menyimpan barang-barang kecil lainnya.
image
Anda juga bisa membuat tempat penyimpan earplug / earphone dengan membuat tinggi potongan botol lebih kecil.
image
Sekian tutorial membuat prakarya tempat pensil sendiri dari botol bekas, selamat mencoba dan selamat berkreasi.

sumber : http://www.carabuatsendiri.com/2016/09/membuat-tempat-pensil-sendiri-dari.html

Selasa, 24 April 2018

puisi

Tangisan Air mata Bunda

“Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku
Seonggok Cacian selalu menghampirimu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku
mencari harapan baru lagi bagi anakmu
Bukan setumpuk Emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku
bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku
tapi keinginan hatimu membahagiakan aku
Dan yang selalu kau berkata padaku
Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hatiku”

Oleh: Monika Sebentina.

pantun Nasehat

anyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan

Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama

Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju

Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana

Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci

Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat
 sumber : gonzalo-hussein.blogspot.com/2011/09/kumpulan-pantun-nasehat.html

biografi Syeche Muhammad Arsyad Al- Banjari

Masa Kecil beliau
Sejak dilahirkan, Muhammad Arsyad melewatkan masa kecil di desa kelahirannya Lok Gabang, Martapura. Sebagaimana anak-anak pada umumnya, Muhammad Arsyad bergaul dan bermain dengan teman-temannya. Namun pada diri Muhammad Arsyad sudah terlihat kecerdasannya melebihi dari teman-temannya. Begitu pula akhlak budi pekertinya yang halus dan sangat menyukai keindahan. Di antara kepandaiannya adalah seni melukis dan seni tulis. Sehingga siapa saja yang melihat hasil lukisannya akan kagum dan terpukau. Pada saat Sultan Tahlilullah sedang bekunjung ke kampung Lok Gabang, sultan melihat hasil lukisan Muhammad Arsyad yang masih berumur 7 tahun. Terkesan akan kejadian itu, maka Sultan meminta pada orang tuanya agar anak tersebut sebaiknya tinggal di istana untuk belajar bersama dengan anak-anak dan cucu Sultan. Di istana, Muhammad Arsyad tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia, ramah, penurut, dan hormat kepada yang lebih tua. Seluruh penghuni istana menyayanginya dengan kasih sayang. Sultan sangat memperhatikan pendidikan Muhammad Arsyad, karena sultan mengharapkan Muhammad Arsyad kelak menjadi pemimpin yang alim.

Ia mendapat pendidikan penuh di Istana sehingga usia mencapai 30 tahun. Kemudian ia dikawinkan dengan seorang perempuan bernama Tuan Bajut.[10]
Ketika istrinya mengandung anak yang pertama, terlintaslah di hati Muhammad Arsyad suatu keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu di tanah suci Mekkah. Maka disampaikannyalah hasrat hatinya kepada sang istri tercinta.
Meskipun dengan berat hati mengingat usia pernikahan mereka yang masih muda, akhirnya isterinya mengamini niat suci sang suami dan mendukungnya dalam meraih cita-cita. Maka, setelah mendapat restu dari sultan berangkatlah Muhammad Arsyad ke Tanah Suci mewujudkan cita-citanya. Deraian air mata dan untaian doa mengiringi kepergiannya.
Di Tanah Suci, Muhammad Arsyad mengaji kepada masyaikh terkemuka pada masa itu. Di antara guru dia adalah Syekh ‘Athaillah bin Ahmad al-Mishry, al-Faqih Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi dan al-‘Arif Billah Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Samman al-Hasani al-Madani.
Syekh yang disebutkan terakhir adalah guru Muhammad Arsyad di bidang tasawuf, dimana di bawah bimbingannyalah Muhammad Arsyad melakukan suluk dan khalwat, sehingga mendapat ijazah darinya dengan kedudukan sebagai khalifah.
Selain itu guru-guru Muhammad Arsyad yang lain seperti Syekh Ahmad bin Abdul Mun'im ad Damanhuri, Syekh Muhammad Murtadha bin Muhammad az Zabidi, Syekh Hasan bin Ahmad al Yamani, Syekh Salm bin Abdullah al Basri, Syekh Shiddiq bin Umar Khan, Syekh Abdullah bin Hijazi asy Syarqawy, Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz al Maghrabi, Syekh Abdurrahamn bin Sulaiman al Ahdal, Syekh Abdurrahman bin Abdul Mubin al Fathani, Syekh Abdul Gani bin Muhammad Hilal, Syekh Abis as Sandi, Syekh Abdul Wahab at Thantawy, Syekh Abdullah Mirghani, Syekh Muhammad bin Ahmad al Jauhari, dan Syekh Muhammad Zain bin Faqih Jalaludin Aceh.
Selama menuntut ilmu di sana, Syekh Muhammad Arsyad menjalin persahabatan dengan sesama penuntut ilmu seperti Syekh Abdussamad al-Falimbani, Syekh Abdurrahman Misri al-Jawi, dan Syekh Abdul Wahab Bugis sehingga mereka dikenal sebagai Empat Serangkai dari Tanah Jawi (Melayu).[11]
Setelah lebih kurang 35 tahun menuntut ilmu di Maekkah dan Madinah, timbulah niat untuk menuntut ilmu ke Mesir. Ketika niat ini disampaikan dengan guru mereka, Syekh menyarankan agar keempat muridnya ini untuk pulang ke Jawi (Indonesia) untuk berdakwah di negerinya masing-masing.

Menikahkan anak

Sebelum pulang, keempat sahabat sepakat untuk berhaji kembali di Tanah Suci Mekkah. Pada saat itu tanpa disangka-sangka Syekh Muhammad Arsyad bertemu dengan adik kandung dia yaitu Zainal Abidin bin Abdullah yang sedang menunaikan ibadah haji. Sang adik membawa kabar berita bahwa anak dia yaitu Fatimah sudah beranjak dewasa dan sang anak menitipkan cincin kepada dia. Melihat hal demikian, tiga sahabat Syekh Muhammad Arsyad masing-masing mengajukan lamaran untuk memperisteri anak dia. Setelah berpikir lama, Syekh Muhammad Arsyad memeutuskan untuk mengundi, lamaran yang akan diterima. Hasil pengundian ternyata lamaran Syekh Abdul Wahab Bugis yang diterima.
Untuk itu diadakahnlah ijab kabul pernikahan antara Syekh Abdul Wahab Bugis dengan Fatimah binti Syekh Muhammad Arsyad, yang dinikahkan langsung oleh Syekh Muhammad Arsyad sambil disaksikan dua sahabat lainnya.

Membetulkan arah kiblat masjid

Maka bertolaklah keempat putra Nusantara ini menuju kampung halaman. Memasuki wilayah Nusantara, mula-mula mereka singgah di Sumatera yaitu di Palembang, kampung halaman Syekh Abdussamad Al Falimbani. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Betawi, yaitu kampung halaman Syekh Abdurrahman Misri. Selama di Betawi, Syekh Muhammad Arsyad diminta menetap sebentar untuk mengajarkan ilmu agama dengan masyarakat Betawi. Salah satu peristiwa penting selama di Betawi adalah ketika Syekh Muhammad Arsyad membetulkan arah kiblat Masjid Jembatan Lima, Masjid Luar Batang dan Masjid Pekojan. Untuk mengenang peristiwa tersebut, masyarakat sekitar Masjid Jembatan Lima menuliskan di atas batu dalam aksara arab melayu (tulisan jawi) yang bertuliskan bahwa kiblat masjid ini telah diputar ke kanan sekitar 25 derajat oleh Muhammad Arsyad Al-Banjari pada tanggal 4 Safar 1186 H.
Seelah dirasa cukup, maka Syekh Muhammad Arsyad dan Syekh Abdul Wahab Bugis berlayar menuju kampung halaman ke Martapura, Banjar.
Pada Bulan Ramadhan 1186 H bertepatan 1772 M, sampailah Muhammad Arsyad di kampung halamannya, Martapura, pusat Kesultanan Banjar pada masa itu.
Akan tetapi, Sultan Tahlilullah, seorang yang telah banyak membantunya telah wafat dan digantikan kemudian oleh Sultan Tahmidullah II bin Sultan Tamjidullah I, yaitu cucu Sultan Tahlilullah. Sultan Tahmidullah yang pada ketika itu memerintah Kesultanan Banjar, sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan serta kemajuan agama Islam di kerajaannya.
Sultan Tahmidullah II menyambut kedatangan dia dengan upacara adat kebesaran. Segenap rakyatpun mengelu-elukannya sebagai seorang ulama "Matahari Agama" yang cahayanya diharapkan menyinari seluruh Kesultanan Banjar. Aktivitas dia sepulangnya dari Tanah Suci dicurahkan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Baik kepada keluarga, kerabat ataupun masyarakat pada umumnya. Bahkan, sultan pun termasuk salah seorang muridnya sehingga jadilah dia raja yang ‘alim lagi wara’. Selama hidupnya ia memiliki 29 anak dari tujuh isterinya.

 sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Arsyad_al-Banjari

kerajian dari barang bekas

Botol bekas juga bisa kamu manfaatkan menjadi sapu. Memang, jika ahli dalam membuat kerajinan tangan, apapun bisa dibuat dengan memanfaatkan botol bekas. Nah, salah satunya adalah dengan membuat sapu dengan botol bekas. Cara pembuatannya juga cukup mudah dan bahan-bahan yang dibutuhkan juga sangat sederhana. Berikut ini bahan dan cara pembuatannya.

Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan:

  1. Botol bekas
  2. Kayu untuk pegangan sapu
  3. Gunting

Cara Membuat Sapu dari Botol Bekas

  1. Langkah pertama dalam membuat kerajinan tangan dari botol bekas berbentuk sapu adalah dengan memotong bagian ujung botol.
  2. Langkah selanjutnya adalah potong-potong setengah bagian botol hingga membentuk seperti sapu.
  3. Buatlah sekiar dua, lalu gabungkan kedua botol yang sudah dipotong-potong tersebut. Tujuannya adalah agar sapu lebih kuat dan awet.
  4. Tambahkan kayu dibagian ujung botol untuk pegangan sapunya.
  5. Kerajinan tangan dari botol bekas berbentuk sapu siap untuk digunakan.
  6. Kerajinan ini bisa kamu gunakan untuk menyapu atau bisa kamu jadikan sebagai hiasan rumah saja.


kotak pensil dari kotak teh

Cara Membuat Kotak Pensil dari Barang Bekas

Tempat Pensil dari Kotak Teh Buatan Sendiri 

Jika di atas meja kerja atau meja belajar kita terdapat tempat pensil yang dibuat oleh kita sendiri, tentunya sangat menyenangkan dan membanggakan bukan? Apalagi jika pembuatannya kita lakukan untuk mengisi waktu senggang, dari bahan-bahan sederhana bahkan barang bekas dan sampah. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa. Pada kotak pensil yang dibuat kita bisa menampilkan ide-ide kita tentang desain sederhana sebuah benda. Misalnya saja, bagaimana kalau 3 buah kotak bekas kemasan teh celup disatukan dengan formasi tertentu, atau dengan sedikit modifikasi bentuk dan hiasan. Pasti mengasyikkan waktu membuatnya.

Nah, kali ini kita kembali akan mencoba memberikan sebuah tutorial sederhana untuk pembuatan prakarya sederhana dari barang bekas, dalam hal ini kotak teh celup untuk dibuat barang yang bermanfaat, yaitu tempat pensil.

cara membuat atau langkah-langkah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup dan potongan-potongan ornamen kartu undangan 1
kotak teh celup dan undangan bekas disulap jadi tempat pensil cantik

Alat dan Bahan

 Adapun alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan tempat pensil seperti gambar di atas sangat sederhana dan tentunya tersedia di rumah, yaitu:
  • 3 buah kotak bekas kemasan teh celup
  • kertas sampul warna-warni (pakai yang bekas seperti saya tentu lebih bagus)
  • lem kertas
  • selotip 
  • spidol/pulpen
  • gunting

Langkah-Langkah Pembuatan Tempat Pensil dari Kotak Kemasan Teh Celup

Adapun langkah-langkah cara pembuatan tempat pensil seperti gambar di atas adalah sebagai berikut:

  • Siapkan kotak bekas kemasan teh celup. Kita membutuhkan 3 buah untuk desain seperti foto di atas. Gambar 1.
  • Rapikan kotak, dan tutup kotak dengan selotip dengan rapi (Gambar 2).
cara membuat atau langkah-langkah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup dan potongan-potongan ornamen kartu undangan 2
persiapan kotak
  • Pada sisinya yang lebar, ukur dari salah satu ujung kotak dengan mistar sepanjang 3 cm, lalu buat garis seperti Gambar 3. Kita akan membuat bentuk miring.
  • Gunting kotak berdasarkan garis yang telah di buat (Gambar 4).
cara membuat atau langkah-langkah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup dan potongan-potongan ornamen kartu undangan 3
membentuk kotak
  • Rapikan kotak, dan beri selotip jika diperlukan (Gambar 5).
  • Lakukan hal yang sama untuk kotak kedua.
  • Tempelkan keduanya dengan lem seperti Gambar 6.
cara membuat atau langkah-langkah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup dan potongan-potongan ornamen kartu undangan 4
merakit kotak
  • Siapkan kotak kemasan teh celup yang ketiga. Bersihkan bagian dalamnya jika masih tersisa serbuk teh. (Gambar 7).
  • Tempelkan kotak ketiga persis di tengah-tengah (antara) 2 kotak yang tadi disatukan, seperti Gambar 8. Gunakan lem untuk menyatukan ketiganya.
cara membuat atau langkah-langkah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup dan potongan-potongan ornamen kartu undangan 5
menambahkan kotak ketiga
  • Gunakan mistar untuk mengukur 3 cm dari kotak ketiga, dan buat garis pemandu dengan spidol untuk memudahkan pengguntingan. (Gambar 9) 
  • Gunting seperti Gambar 10 berdasarkan garis yang telah dibuat dengan spidol. Ini adalah bentuk dasar kotak pensil kita nantinya.
  • Siapkan kertas sampul warna-warni.
cara membuat atau langkah-langkah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup dan potongan-potongan ornamen kartu undangan 6
ini desain dasarnya
  • Tutupi seluruh permukaan ketiga kotak bekas kemasan teh celup yang telah disatukan.Gunakan lem atau selotip untuk kebutuhan ini. Gambar 11.
  • Siapkan bekas kartu undangan yang sudah tidak terpakai seperti misalnya pada Gambar 12. Diperlihatkan adanya ornamen tertentu yang dapat dipakai untuk menghias kotak pensil kita. Tidak semua kartu undangan atau kartu ucapan memiliki ornamen penghias yang dapat dipakai. Bentuknya pun jika ada dapat sangat bervariasi. Jadi tinggal kreativitas kita dalam memilih dan memilahnya untuk kerajinan kita kali ini.
  • Lihatlah saya mempunyai sebuah kartu undangan dengan ornamen bentuk belah ketupat dengan ukiran cantik di dalamnya. Saya menemukan beberapa ornamen seperti ini dalam selembar undangan tersebut.
cara membuat atau langkah-langkah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup dan potongan-potongan ornamen kartu undangan 8
mengambil bagian ornamen kartu undangan
  • Gunting ornamen-ornamen pada kartu undangan yang anda sukai dan cocok ditempelkan pada kotak pensil. (Gambar 13).
  • Tempelkan dengan lem semua ornamen yang telah digunting. Tempatkan seperlunya sehingga tidak terlalu berlebihan. Lihat Gambar 14.
  • Nah selesai sudah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup kali ini. Bagaimana, tentunya sangat mudah sekali bukan?
cara membuat atau langkah-langkah pembuatan kotak pensil dari bekas kemasan teh celup dan potongan-potongan ornamen kartu undangan 9
penyelesaian akhir tempat pensil
Demikian tutorial cara membuat kotak pensil dari bekas kemasan teh celup (barang sampah). Semoga bermanfaat. Wassalam.


sumber : novehasanah.blogspot.com › kerajinan tangan

Tafsir ayat tentang Syukur



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Syukur
Secara etimologi, syukur berasal dari kataيَشْكُرُ – شُكْرًا شَكَرَ - yang berarti berterima kasih.[1]Menurut istilah syara’, syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah swt dengan disertai ketundukan kepada-Nya dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Allah.
Kata syukur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagairasa terima kasih kepada Allah swt, dan untunglah (menyatakan perasaan lega, senang, dan sebagainya).[2]
Syukur adalah suatu sifat yang penuh kebaikan dan rasa menghormati serta mengagungkan atas segala nikmat-Nya, baik diekspresikan dengan lisan, dimantapkan dengan hati, dan diamalkan dengan perbuatan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa syukur adalah berterima kasih kepada Allah, lega, senang dengan menyebut nikmat yang diberikan kepadanya dimana rasa senang itu terwujud pada lisan, hati maupun perbuatan.
Lawandarisikapbersyukuradalahkufur yang pengertiannyameliputi:
1.      Tidakmauberiman,
2.      Tidaktahuberterimakasihatasnikmat Allah dansegalakarunia yang diterimanya,
3.      Menentang Allah atautidakberiman,
4.      Mengingkariayat-ayat Allah ataumengingkarirasul.[3]


B.     Ayat dan Tafsir Tentang Syukur
1.      Surah Al-Baqarah ayat 152
þÎTrãä.øŒ$$sùöNä.öä.øŒr&(#rãà6ô©$#urÍ<ŸwurÈbrãàÿõ3s?ÇÊÎËÈ
Artinya :
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
Tafsir ayat
a.       Mengutip perkataan Syaikh Muhammad Ali-Ashabuni di dalam kitabnya Shafwatut Tafasir, “Karena itu, ingatlah kepada-Ku Niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,” ingatlah kamu kepada-Ku dengan beribadah dan taat maka Aku akan mengingat dengan memberi pahala dan ampunan. “dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,” besyukurlah terhadap nikmat-nikmat-Ku atas kamu dan janganlah mengingkari dengan kekafiran dan maksiat.[4]
b.      Ibnu Abbas berkata, ”Nikmat Allah di siniberartiNabi
Muhammad saw. Olehsebabitu Allah menganjurkankepadakaummukmininmensyukurinikmatdanselalumengingatinya.”
Fadz kuruuni adz kurkum, wasy kuruuli wala takfuruun = Sebagaimana Aku telah memberi nikmat, maka selalulah kalian berzikir dan, syukur dan jangan sampai mengingkari nikmat karunia-Ku itu.Zaid bin AslammengatakanbahwaNabi Musa a.s. bertanya, "YaTuhanbagaimanaakubersyukurkepada-Mu?” JawabTuhan, “Ingatkepada-Ku danjanganmelupakanAku. Makabilaandaingatkepada-Ku berartibersyukurkepada-Ku,danbi;aandalupapada-Ku berartikufurkepada-Ku”.
Al-Hasan al-Bashri berkata, ”Udzkuruuni adz kur kum= Ingatilah Aku dengan melaksanakan apa yang telah Aku wajibkan atasmu. Niscaya Aku ingati kamu dengan apa yang telah Aku janjikan kepadamu.Said bin Jubair'berkata, ”Ingatlah kalian dengan melakukan taat kepada-Ku, Aku ingati kamu dengan pengampunan-Ku, atau rahmat-Ku.”
Di dalam hadis sahih, ”Siapa yang ingat kepada-Ku dalam hatinya (sendirian) Aku ingati dia dalam diri-Ku, dan siapa yang zikir kepada-Ku di dalam majelis orang-orang maka Aku zikir kepadanya dalam rombongan yang lebih baik dari rombongannya.”
Anas r.a. mengatakan Rasulullah saw. bahwa Allah Ta’ala berfrman:“Hai anak Adam Jika anda ingat (berzikir) pada-Ku dalam Arimu, Aku ingat kepadamu dalam diri-Ku, dan Jika anda ingat kepada-Ku dalam romtengan, maka Aku ingat kepadamu dalam romtongan Malaikat (yang lebih dari rombonganmu). Jika anda mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadamu satuhasta, danjika anda mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadamu sedepa, dan Jika anda datang kepada-Ku berjalanAku akan datangkepadamu berlari)”. (HR. Bukhari dari Qatadah dan Ahmad dari Anas).
Wasy kuru li walaa takfuruun = Allah menyuruh bersyukur dan menjanjikan kepada siapa yang syukur akan ditambah kebaikan dan nikmat-Nya, sebagaimana tersebut dalam surat Ibrahim ayat:
”Wa idz ta’adz dzana rabbukum la’in syakartum la’azi dan aakum, wala’in kafartum inna adzaabi lasya diid” = Ingatlah ketika Tuhan memaklumkan. Jika kalian bersyukurmakaAkuakanmenambahnikmat-Ku kepadamu, danbila kalian lupaakan nikmatmakasiksa-Ku sangatberat.[5]

2.      Surah Al-Baqarah ayat 172
$ygƒr'¯»tƒšúïÏ%©!$#(#qãZtB#uä(#qè=à2`ÏBÏM»t6ÍhŠsÛ$tBöNä3»oYø%yu(#rãä3ô©$#ur¬!bÎ)óOçFZà2çn$­ƒÎ)šcrßç7÷ès?ÇÊÐËÈ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
Tafsir ayat
a.       Megutip perkataan Syaikh Muhammad Ali Ash-Shabuni di dalam kitabnya Shafwatut Tafasir, bahwa Allah menyerukan orang-orang mukmin karena mereka adalah orang-orang yang mengambil manfaat terhadap petunjuk Tuhan. Ayat ini bermakna, makanlah wahai orang-orang yang beriman dari makanan-makanan yang yang lezat dan rezeki yang halal yang dianugrahkan Allah kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang tidak terbatas, jika kamu benar-benar ikhlas beribadah kepada Allah dan tidak menyembah seorangpun selain-Nya.[6]
b.      Di dalam ayat ini, khitab Allah ditunjukkan kepada orang-orang yang beriman secara khusus. Mereka ini akan lebih sensitif pemahamannya, disamping bias menerima hidayah. Karenanya, Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman agar memakan makanan yang halal dan bersyukur kepada Allah atas karunia yang dilimpahkan kepada mereka. Kemudian Allah menjelaskan makanan yang haram, bahwa makanan yang diharamkan itu berjumlah sedikit, dan kebanyakan makanan yng merupakan ciptaan Allah  itu dihalalkan.
Allah telah menyeru orang-orang beriman agar menerima hukum syariat Allah, juga agar mengambil apa yang dihalalkan dan meninggalkan apa yang diharamkan. Pelanggaran ini bukanlah karena Allah menginginkan agar mereka mengalami kesulitan dan kesempitan dalam mencari rezeki, tetapi agar mereka sebagai hamba bisa mensyukuri apa-apa yang berasal dari Allah dan agar mereka betul-betul beribadah semata-mata karena Allah.[7]
3.      Surah Ali ‘Imran 145
$tBurtb$Ÿ2C§øÿuZÏ9br&|NqßJs?žwÎ)ÈbøŒÎ*Î/«!$#$Y7»tFÏ.Wx§_xsB3ÆtBur÷ŠÌãƒz>#uqrO$u÷R9$#¾ÏmÏ?÷sçR$pk÷]ÏB`tBur÷ŠÌãƒz>#uqrOÍotÅzFy$#¾ÏmÏ?÷sçR$pk÷]ÏB4ÌôfuZyurtûï̍Å3»¤±9$#ÇÊÍÎÈ
Artinya :
”Sesuatuyang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”


Tafsir mufradat
 : مُؤَجَّلاًyang telah ditetapkan waktunya hingga tidak dapat dimajukan dan di mundurkan.
 : نُؤْتِهِ مِنْهَاBagiannya di dunia tetapi di akhirat ia tidak mendapat apa-apa.[8]
Tafsir ayat
a.       Mengutip perkataan Syaikh Muhammad Ali As-Shabuni di dalam kitabnya Shafwatut Tafasir  bahwa banyak Nabi yang berperang untuk menegakkan kalimat Allah dan bersama-sama dengan mereka terdapat para ulama yang bertakwa dan orang-orang saleh yang ahli ibadah. Mereka semua ikut beperang lalu di antara mereka ada yang terbunuh. Meraka tidak menjadi pengecut dan berputus asa ketika sebagian dari mereka ada yang terbunuh atau terluka untuk berjihad[9].
b.      Masalahajalseseorang tidaktermasukurusanmanusiaatautatanan Allah untukalamsemestaini. Seseorangmustahilmatitanpaseizindankehendak Allah. Tatanankehidupaninibersumberdari Allah, dansebabmusababnyasalingberkait di dalamnya.
Firman Allah kitabbanMuajjala,artinya Allah menetapkanhaltersebutdisetaidenganajaltertentu yang tidakakanberubah. Hal tersebuttelahdiaturoleh Allah yang tidakakanterlambatatauterlalucepat. Banyak orang melipatkandiridalamurusansebab-sebabkematian, dalammelibatkandiridalamkancahpeperangan, ataumelibatkandiriketengah-tengahpenyakitmenular, sertamelibatkandiridalamberbagaibencanaalam.Tetapisekalipundemikianmerekatidakterkenabahayaataupenyakit.
Dalamayatiniterkandungsindiranbagi orang-orang yang sibukmengumpulkanganimahdalampernaguhud, sehinggamerekameninggalkankedudukan yang strategis yang telahdiperintahkanolehRasulullah agar janganditinggalkan.Jadiseolahsindirantersebutmengatakankepadamereka, bahwabila kalian menghendakipahaladuniamaka Allah tidakmenghalang-halangi kalian, dankewajiban kalian tidak lain hanyalahtinggalmenempuhjalannyasaja.
Tetapidalamhalinibukansuatuhal yang dikehendakiolehNabi Muhammad saw. agar kalian melakukannya. BahkanNabi Muhammad saw, mengajak kalian kepadahal yang lebihbaikdaribagianduniawi, seperti yang terlihatolehkalian, yang dimaksudkanNabi saw adalahpahaladiakhirat. Bagi kalian adaduapilihan, terkadangmemilihduniadansuatusaatmemilihakhirat.Bagimasing-masingkeduanyamemilikitatanantersendiri yang harusdiikutidanmempunyaijalan-jalanlurus yang harusditempuh.
Yaitu orang-orang yang mengertiartikarunia Allah kepadadirimereka, kemudianmenggunakannyauntukmeningkatkandirikearahkesempurnaan. Untukitulahmerekagemarmelakukanamal-amalshaleh yang bisamengangkatjiwadandapatdimanfaatkanolehumatmereka. Orang-orang yang berlakudemikin, sepertiAnas bin Nadr, dan orang-orang yang berjuangdanbersikapsabaarbersamaNabi saw, denganbekalkemauankerasdihatinya. Hal itulah yang mengusirkaummusyrikindarimasyarakatmuslim.[10]
4.      Surah Yasin ayat 35
(#qè=à2ù'uÏ9`ÏB¾Ín̍yJrO$tBurçm÷Gn=ÏJtãöNÍgƒÏ÷ƒr&(Ÿxsùr&tbrãà6ô±oÇÌÎÈ
Artinya :
SupayamerekadapatMakandaribuahnya, dandariapa yang diusahakanolehtanganmereka. MakaMengapakahmerekatidakbersyukur?”
Tafsir ayat
a.       Tafsiran yang pertamaHurufMaa(MaaNaafiyah) diartikandenganNafi, yaitutidak. Artinyabahwamerekatelahdatangmenerimahasilsaja. Sebab yang menumbuhkanhasil-hasilitubukanlahmereka, melainkanlangsungataskehendakTuhan.
Tafsir yang kedua ialah huruf Maa itu diartikan sebagai (Maa Maushuulah) yaitu isim penghubung. Menjaditafsiranialah: “Supayamerekamakandaribuahhasilnyadanapa yang diusahakanolehtanganmereka“. DenganmengartikanMaajadimaaushuul, penghubung, diakuilahjugausahamanusia, karenamemangmanusiaitu pun diperintahkanolehTuhansupayaberusaha. Kebun-kebundansawah-sawah pun jadilebihteraturkalaumanusiamaumengusahakannyajugadengantangannya.Sebabitumakahasil yang diberikan Allah kepadanyaialahsepanjang yang diausahakanjuga.
Di ujungayatinidengansecarahalusTuhankitamenanyakankepadakitamanusia, bahwasesudahmenerimanikmatsebanyakitu, baikdarihasilbumi, hasilkebun, yang dikeluarkandaridalambumi, padahaltadinyabumiituadalahseakan-akanmati, sekarangtelahhidupdanmemberihidupbagimanusia, apakahmanusiapatuttidakbersyukurkepadaTuhan?[11]
b.      Dan Kami adakandimuka bumi yang telah Kami hidupkan itu kekebun-kebun kurma dan anggur, dan Kami buat padanya sungai-sungai yang menjalar-jalar di tempat-tempat dimana kebun-kebun itu tersebar, supaya mereka dapat memakan buah dari kebun itu atau dari hasil tangan itu atau dari hasil tangan mereka, yaitu hasil yang telah mereka tanam dan semaikan.
Kemudian, setelah  Allahmenyebut-nyebutnikmat-Nya, makadisuruhnyamerekauntukbersyukurkepada-Nya, serayaFirmannya:
Ÿtbrãà6ô±oxsùr&
TidakkahmerekabersyukurkepadaPenciptanikmat-nikmatiniatassegalakarunia yang telahdiaberikankepadamereka yang takbisabisadihitungitu.
Dan Allah menyuruh mereka  supaya bersyukur, sedang cara bersyukur kepada Allah Ta’ala ialah beribadah kepada-Nya, namun mereka meninggalkan ibadah itu, bahkan menyembah kepada selain Allah dan menyekutukan-Nya.[12]
Adapun daftar surah dan ayat yang mengandung arti syukur dalam Al-Qur’an pada pencarian Maktabah Syamilah terdapat pada tabel berikut ini :
No
Surah
Ayat
Lafadz yang bermakna syukur
Bentuk
Arti
1
Al-Baqarah
52
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
kamubersyukur
56
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
kamubersyukur
172
وَاشْكُرُوْا
فعل الأمر
Bersyukurlah
185
تَشْكرُونَ
فعل المضارع
Kamubersyukur
152
وَاشْكُرُوْا
فعل الأمر
Bersyukurlah
243
يشْكُرُونَ
فعل المضارع
Merekabersyukur
2
Ali ‘Imran
123
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Merekabersyukur
144
الشَّاكِرِيْنَ
اسم (جمع)
Orang-orang yang bersyukur
145
الشَّاكِرِيْنَ
اسم (جمع)
Orang-orang yang bersyukur
3
An-Nisa
147
شَكَرْتُمْ
فعل الماض
Kamu bersyukur
شَاكِرًا
مصدر
Mensyukuri
4
As-Sajadah
9
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
5
Al-Maidah
6
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
89
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
6
An-Naml
40
شَكَرَ
فعل الماض
Bersyukur
أَشْكُرُ
فعل الماض
Aku bersyukur
يَشْكُرُ
فعل المضارع
Bersyukur
73
لاَيَشْكُرُوْنَ
فعل النهى
Mereka tidak mensyukuri
7
Al-Qamr
35
شَكَرَ
فعل الماض
Bersyukur
8
Luqman
12
أُشْكُرْ
فعل الأمر
Bersyukurlah
يَشْكُر
فعل المضارع
Bersyukur
يَشْكُرُ
فعل المضارع
Dia bersyukur 
14
أُشْكرلي
فعل الأمر
Bersyukurlah kepada-Ku
31
شكور
اسم
Bersyukur
9
Al-A’raf
58
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
10
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
17
شَىاكِرِيْنَ
اسم
Mereka bersyukur
10
Yunus
60
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu  bersyukur
11
Yusuf
38
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
12
Ibrahim
37
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
7
شَكَرْتُمْ
فعل الماض
Kamu bersyukur
13
Ghafir
61
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
14
Al-Anfal
26
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
15
An-Nahl
14
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
78
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
16
Al-Hajj
36
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
17
Al-Mu’minun
78
تَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
18
Saba
13
الشكور
اسم
Yang bersyukur
19
Yasin
35
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur
73
يَشْكُرُوْنَ
فعل المضارع
Kamu bersyukur

Jadi, dapat disimpulkan dari tebel di atas, bahwa ayat yang mengandung arti syukur dalam Al-Qur’an  berjumlah 40 ayat.
C.    Syukur dalam Sudut Pandang Akhlak
Syukurbermaknapengakuandanterimakasih. Al-Qur’an menggunakandua kata: syakur dan syakir, yangkeduanyadigunakanuntukmenyatakanpengakuandanterimakasih, baikkepadaTuhanmaupunkepadamanusia. Olehkarenanyaiamerupakanbagiandarisikapberakidah.
Syukur yang dilakukan manusia berporos pada tiga pilar, yaitu mengakui nikmat tersebut secara batin, menceritakannya secara lahir dan menggunakannya untuk taat kepada Allah.Jadi, syukur berhubungan erat dengan hati, lisan dan anggota badan. Hati  untuk mengetahui dan mencintai, lisan untuk menyanjung dan juga memuji sedangkan anggota badan untuk menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah yang disyukuri dan mencegah penggunaannya dalam kedurhakaan kepadaNya.[13]
Syukur(al-Syukr)adalahsalahsatunilaiajaran yang sangatpentingdalamajaran Islam yangsenantiasarelevandengankehidupanmanusia, mengingatdemikianbanyaknyaanugerah Allah yang diberikankepadamereka, baikdalambentukmaterimaupun non materi.
Mensyukurirahmat Allah dilaksanakandalambentukucapan yang setulushati, kemudiandiiringidenganperbuatan, yaitumenggunakanrahmattersebutdengancaradanuntuktujuan yang diridhai-Nya.
1.      Manfaat Bersyukur
Sayyid Qutb yang dikutip oleh Ahmad Yani, menyatakan empat manfaat bersyukur, yakni:[14]
a.       Menyucikan Jiwa
Bersyukur dapat menjaga kesucian jiwa, sebab menjadikan orang dekat dan terhindar dari sifat buruk.
b.      Mendorong jiwa untuk beramal shaleh
Bersyukur yang harus ditunjukkan dengan amal shaleh membuat seseorang selalu terdorong untuk memanfaatkan apa yang diperolehnya untuk berbagi kebaikan. Semakin banyak kenikmatan yang diperoleh maka semakin banyak pula amal shaleh yang dilakukan.
c.       Menjadikan orang lain ridha
Dengan bersyukur apa yang diperolehnya akan berguna bagi orang lain dan membuat orang lain ridha kepadanya. Karena menyadari bahwa nikmat yang diperoleh tidak hanya dinikmati sendiri melainkan juga dinikmati oleh orang lain sehingga hubungan dengan orang lain menjadi baik.
d.      Memperbaiki dan memperlancar interaksi sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat, hubungan yang baik dan lancar merupakan hal yang sangat penting. Orang yang bersyukur dapat melakukan upaya memperbaiki dan memperlancar hubungan sosial karena tidak ingin menikmati sendiri apa yang diperolehnya.
Dalam kehidupan kita sehari-hari dapat kita lihat bahwa orang-orang yang dermawan dan suka menginfakkan hartanya untuk kepentingan
umum dan menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, pada umumnya tidak pernah jatuh miskin ataupun sengsara, bahkan sebaliknya
rezekinya senantiasa bertambah dan kekayaannya makin meningkat, serta hidupnya bahagia, dicintai dan dihormati dalam pergaulan.
Sebaliknya orang-orang kaya yang kikir atau suka menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak diridhai Allah, maka kekayaannya
tidak cepat bertambah, bahkan cepat menyusut. Dalam pada itu, ia senantiasa dibenci dan dikutuki orang banyak sehingga kehidupan akhiratnya
jauh dari ketenangan dan kebahagiaan.
[15]



[1]Ahmad Warson Munawwir, Kamus Munawwir Arab-Indonesia.(Surabaya: Pustaka Progresif. 1997), Cet. XIV, Hal 734.
[2]KamusBesarBahasa Indonesia, (Jakarta: BalaiPustaka, 2007), Ed. 3, Cet. Ke-4,
[3]Dr. Ahmad Farid, Manajemen Qalbu Ulama Salaf, Terj. Najib Junaidi, Lc., (Surabaya: Pustaka Elba, 2016), Cet. Ke-2, Hal. 299.
[4]Syaikh Muhammad Ali-Ashabuni. Safwatut Tafasir. Terj. KH. Yasin. (Jakarta : Pustaka Kautsar. 2011). Jilid 1. Hal. 202-203.
[5]Imam al-Hafidz Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Terj. H. Salim Bahreisy, H. Said Bahreisy, (Kuala Lumpur: Victory Agencie, 2003), Jilid 1, Hal. 268-269.
[6]Syaikh Muhammad Ali-Ashabuni. Safwatut Tafasir...... Hal. 223
[7]Ahmad Mushthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, Terj. Bahrun Abu Bakar, Lc.,DrsHeryNoerAly. ( Semarang: PT. KaryaToha, 1993) Cet, ke-2,Juz I, Hal. 80
[8]Imam jalaluddin Al-Mahalli, Imam Jaluddin As-Suyuti, Tafsir Jalalain. Terj. Bahrun Abubakar, Lc (Bandung : Sinar Baru Alensindo,2011), Cet. VIII,Jilid 1, Hal. 264-265.
[9]Syaikh Muhammad Ali-Ashabuni. Safwatut Tafasir...... Hal. 522-523.
[10]Ahmad Mushthafa Al-Maraghi, Tafsir..... Hal. 151-156.
[11]Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, Tafsir Al-Azhar, (Jakarta: PT Pustaka Panjimas, 1982), Juz XXIII, Hal. 34-35.
[12]Ahmad Mushthafa Al-Maraghi,Tafsir.....Hal 7-8.
[13]Dr. Ahmad Farid, Manajemen Qalbu Ulama Salaf, Terj. Najib Junaidi, Lc., (Surabaya: Pustaka Elba), Cet. Ke-2, Hal. 299.
[14]Ahmad Yani, Menjadi Pribadi Terpuji, (Jakarta: Al-Qalam, 2007), Hal. 251.
[15]Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, H. Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedi Aqidah Islam, (Jakarta: Kencana, 2003), Hal. 413

kerajinan tangan Kalimantan Selatan

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa usaha-usaha kerajinan yang terbanyak dikerjakan oleh penduduk desa adalah sebagai usaha tambahan di sa...